PEKANBARU - Regulasi anyar Liga 2 musim 2025/2026 memberi ruang manuver lebih luas bagi klub-klub papan tengah, termasuk PSPS Pekanbaru.
Penerapan format tiga putaran yang untuk pertama kalinya digunakan PSSI dinilai membuka peluang realistis bagi Askar Bertuah untuk memperbaiki posisi klasemen Grup A.
PSPS Pekanbaru yang saat ini berada di peringkat delapan masih memiliki kesempatan mendongkrak peringkat.
Berdasarkan regulasi resmi Liga 2, setiap klub akan menjalani 27 pertandingan sepanjang fase reguler, terdiri dari tiga putaran dengan mekanisme kandang-tandang yang tidak sepenuhnya simetris.
Dalam skema tersebut, PSPS Pekanbaru dijadwalkan menjalani empat laga kandang dan lima laga tandang pada putaran selanjutnya.
Situasi ini membuat persaingan di papan tengah hingga zona bawah klasemen dipastikan berlangsung ketat hingga akhir musim.
Putaran Ketiga Jadi Kunci Persaingan
Salah satu poin krusial dari format baru ini adalah penentuan jadwal putaran ketiga. PSSI menetapkan bahwa status laga kandang dan tandang pada putaran ketiga baru ditentukan setelah seluruh tim menyelesaikan 18 pertandingan atau dua putaran awal.
Penentuan tersebut merujuk langsung pada posisi klasemen akhir putaran kedua. Tim yang finis di peringkat 1 hingga 5 akan memperoleh keuntungan dengan memainkan lima laga kandang dan empat laga tandang di putaran ketiga.
Sebaliknya, tim peringkat 6 hingga 10, termasuk PSPS saat ini harus siap menjalani empat laga kandang dan lima laga tandang.
Adapun lawan yang dihadapi pada putaran ketiga telah ditetapkan melalui sistem draft berbasis peringkat, sehingga tingkat kesulitan antar tim relatif seimbang.
Ancaman dari Zona Bawah Masih Nyata
Meski peluang terbuka, PSPS Pekanbaru tetap dibayangi ancaman dari tim-tim dengan jarak poin tipis. Hingga pekan ke-17, selisih poin PSPS dengan Persekat Tegal hanya sekitar tiga poin.
Keunggulan agregat gol memang memberi nilai tambah, namun belum cukup menjadi jaminan posisi aman.
Persekat dan tim lain di zona bawah dipastikan akan tampil habis-habisan demi menghindari play-off degradasi atau turun langsung ke Liga 3.
Sesuai regulasi, tim peringkat 9 masing-masing grup harus menjalani laga play-off degradasi, sementara penghuni dasar klasemen atau peringkat 10 dipastikan terdegradasi pada musim berikutnya.
Perombakan Skuad Jadi Modal PSPS
Optimisme PSPS Pekanbaru tumbuh seiring langkah manajemen melakukan perombakan signifikan di paruh musim.
Total delapan pemain baru didatangkan untuk memperkuat kedalaman tim, termasuk dua legiun asing.
Dua pemain impor tersebut adalah Antonio Augusto Gamaroni de Carvalho asal Brasil dan Francis Yaghr dari Ghana.
Kehadiran Antonio Gamaroni mulai menunjukkan dampak positif setelah mencetak gol saat PSPS menghadapi Persekat, laga yang krusial dalam persaingan zona bawah.
Konsistensi performa, efektivitas laga kandang, serta kecermatan memanfaatkan format tiga putaran akan menjadi faktor penentu apakah PSPS Pekanbaru mampu bertahan di Liga 2, atau bahkan melesat ke papan atas.