PEKANBARU - Tekanan semakin nyata bagi PSPS Pekanbaru usai hasil imbang tanpa gol melawan pemuncak klasemen Liga 2 Pegadaian, Garudayaksa FC, di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Sabtu (28/2/2026) malam.
Tambahan satu poin belum cukup mengangkat posisi tim berjuluk Askar Bertuah dari papan bawah klasemen.
Hasil 0-0 ini membuat PSPS tetap tertahan di peringkat delapan dengan koleksi 24 poin.
Posisi tersebut belum aman, bahkan berpotensi tergeser jika pesaing terdekat meraih kemenangan pada laga berikutnya. Ancaman zona degradasi pun mulai membayangi.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, tak menutupi kekecewaannya atas performa tim.
“Sangat disayangkan hasilnya tidak memuaskan, di mana dalam pertandingan ini kami hanya mendapatkan satu poin. Memang peluang agak minim, hanya satu peluang di babak kedua. Di babak pertama sentuhan belum terlihat, baru di babak kedua mulai nampak,” ujarnya.
Dalam laga menghadapi Garudayaksa FC, PSPS dinilai terlalu banyak memainkan bola tanpa efektivitas.
Pola permainan yang cenderung monoton membuat serangan mudah dipatahkan lawan.
Aji menilai anak asuhnya belum tampil sesuai skema yang dirancang. Minimnya penetrasi ke jantung pertahanan lawan membuat lini depan tumpul sepanjang laga.
“Main tidak seperti yang kami harapkan, terlalu sering memainkan bola sehingga dapat dipatahkan lawan. Ini akan menjadi evaluasi. Masih ada waktu libur beberapa minggu, pertandingan berikutnya tanggal 28 Maret. Hampir satu bulan ini akan kami evaluasi,” tegasnya.
PSPS kini memiliki jeda waktu cukup panjang sebelum menghadapi laga krusial kontra PSMS Medan.
Laga tersebut diprediksi menjadi penentu nasib tim di sisa kompetisi Liga 2 musim ini.
Menurut Aji, pembenahan utama akan difokuskan pada penyelesaian akhir. Ia mengakui saat latihan performa finishing cukup baik, namun tak tercermin saat pertandingan resmi.
“Persiapan menghadapi PSMS Medan nanti, yang jelas kami akan banyak melakukan finishing. Saat latihan sebenarnya bagus sekali, tetapi di pertandingan kurang terlihat. Ada beberapa pemain yang belum maksimal, seperti Francis,” tambahnya.
Di putaran ketiga Liga 2 Pegadaian, PSPS belum sekalipun meraih kemenangan.
Tiga pertandingan berakhir imbang, termasuk melawan Persiraja, Adhyaksa FC, dan terbaru Garudayaksa FC.
Konsistensi tanpa kemenangan ini menjadi alarm serius bagi manajemen dan tim pelatih.
Dengan enam pertandingan tersisa, peluang PSPS bertahan masih terbuka.
Namun, tanpa perbaikan signifikan di lini serang dan efektivitas permainan, risiko tergelincir ke zona degradasi semakin besar.
Kini, jeda kompetisi menjadi momentum krusial. Evaluasi tak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga mentalitas dan determinasi tim dalam menghadapi tekanan.