BURIRAM - Ambisi Marc Marquez menjaga momentum awal musim MotoGP 2026 terganggu dramatis di seri pembuka.
Juara bertahan itu terpaksa menyudahi balapan lebih awal akibat pecah ban belakang saat tampil di Sirkuit Internasional Buriram, Minggu (1/3/2026).
Pebalap andalan Ducati tersebut memulai lomba dari posisi kedua. Start yang cukup solid tak mampu ia konversi menjadi tekanan serius bagi pole sitter Marco Bezzecchi.
Sebaliknya, Marquez justru terlibat duel ketat memperebutkan posisi tiga bersama Jorge Martin dan Pedro Acosta.
Pertarungan tersebut berlangsung sengit di paruh awal balapan. Namun memasuki fase krusial, Marquez tertahan di posisi keempat dan kesulitan mengejar trio terdepan.
Petaka datang ketika balapan menyisakan sekitar enam putaran. Marquez terlihat melebar dari racing line, mengurangi kecepatan secara drastis, sebelum akhirnya menepi.
Ban belakang motor Ducati GP26 yang ia tunggangi dilaporkan pecah, bahkan menyebabkan pelek mengalami kerusakan.
Dengan kegagalan finis ini, Marquez hanya membawa pulang sembilan poin dari Thailand, hasil runner-up di sprint race sehari sebelumnya.
Tambahan poin yang minim jelas bukan modal ideal untuk mempertahankan status sebagai juara dunia.
Sementara itu, Bezzecchi tampil tanpa cela. Rider Aprilia tersebut memimpin sejak awal dan tak tersentuh hingga garis finis.
Acosta mengamankan posisi kedua, sedangkan Raul Fernandez melengkapi podium setelah tampil konsisten sepanjang lomba.
Kemenangan ini memberi sinyal kuat bahwa perebutan gelar MotoGP 2026 berpotensi lebih kompetitif. Aprilia dan KTM menunjukkan daya saing signifikan terhadap dominasi Ducati.
Setelah Thailand, kalender MotoGP 2026 memasuki jeda tiga pekan sebelum berlanjut ke seri kedua di Brasil pada 20–22 Maret.
Momentum menjadi krusial bagi Marquez untuk bangkit dan menghindari defisit poin lebih jauh di klasemen awal musim.
Kegagalan finis di seri pembuka bukan hanya soal kehilangan angka, tetapi juga ujian mental bagi sang juara bertahan. MotoGP 2026 baru dimulai, namun tensinya sudah memanas.