JAKARTA – Bendera Merah Putih berkibar di ajang MotoGP Brasil 2026 setelah pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, meraih podium perdananya di kelas Moto3.
Veda finis di posisi ketiga pada seri kedua Kejuaraan Dunia Moto3 World Championship 2026 yang berlangsung di Autódromo Internacional Ayrton Senna, Minggu (22/3/2026) malam WIB.
Hasil ini membuat pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium di kelas Moto3.
Tambahan 16 poin dari hasil tersebut mengantarkan Veda ke posisi ketiga klasemen sementara dengan total 27 poin. Ia juga masih berstatus sebagai rookie terbaik serta pembalap dengan raihan poin tertinggi di antara pengguna mesin Honda.
Veda memulai balapan dari posisi keempat. Start yang mulus sempat membuatnya bersaing di barisan depan, namun ketatnya persaingan membuat posisinya sempat merosot ke kelompok tengah.
Situasi balapan berubah setelah sejumlah pembalap terdepan mengalami insiden, termasuk peraih pole position Joel Esteban dan pemenang seri pembuka di GP Thailand, David Almansa.
Kecelakaan yang dialami Almansa pada lap ke-13 memicu red flag, sehingga balapan dihentikan sementara dan dilanjutkan dengan restart menyisakan lima lap. Saat itu, Veda berada di posisi ke-10.
Pada sesi restart, Veda tampil agresif. Pembalap bernomor 9 dari Honda Team Asia itu berhasil menyalip enam pembalap dalam lima lap terakhir.
Salah satu momen krusial terjadi saat ia melakukan manuver menyalip dua pembalap sekaligus dalam satu sektor, sebelum memastikan podium usai melewati Alvaro Carpe.
Dalam wawancara di parc fermé, Veda mengaku terharu atas pencapaiannya tersebut.
“Awalnya saya kesulitan mengelola ban belakang, tetapi pada akhirnya bisa mendapatkan hasil yang baik. Terima kasih untuk seluruh masyarakat Indonesia dan para sponsor yang telah mendukung,” ujarnya.
Veda, yang merupakan juara Asia Talent Cup 2023 dan alumnus Red Bull Rookies Cup, menargetkan konsistensi meraih poin serta gelar rookie terbaik pada musim ini.
Pencapaian podium di balapan keduanya ini menjadi sinyal kuat bahwa target tersebut bukan hal yang mustahil untuk diraih.