JAKARTA - Balapan seri Amerika musim 2026 menghadirkan drama sebelum lampu start menyala.
Sejumlah penalti yang dijatuhkan setelah sesi kualifikasi dan Sprint Race membuat susunan starting grid di Circuit of the Americas mengalami revisi signifikan.
Meski demikian, Fabio Di Giannantonio tetap mempertahankan pole position dan membuka peluang besar meraih hasil maksimal di balapan utama.
Pebalap tim VR46 Ducati tersebut sukses mengunci pole position kedua dalam kurun waktu satu pekan.
Hasil ini menjadi momentum kebangkitan setelah kegagalannya finis pada Sprint Race akibat insiden dengan Marc Marquez.
Perubahan grid dipicu hukuman turun dua posisi yang dijatuhkan kepada Marco Bezzecchi dan Luca Marini karena dianggap menghalangi Marquez saat kualifikasi. Dampaknya langsung terasa pada baris terdepan.
Keuntungan besar diraih Pedro Acosta yang naik ke posisi kedua, sementara Francesco Bagnaia melengkapi front row.
Drama tidak berhenti pada penalti grid. Marc Marquez harus menjalani hukuman long lap pada balapan utama setelah dinilai menjadi penyebab insiden yang menjatuhkan Di Giannantonio di lap pertama Sprint Race.
Sementara itu, Pedro Acosta kehilangan hasil podium Sprint karena pelanggaran tekanan ban.
Keputusan tersebut berdampak pada peta klasemen, di mana Jorge Martin kini memimpin kejuaraan setelah memanfaatkan hasil kurang maksimal Bezzecchi.
Jumlah starter di seri Amerika juga berkurang menjadi 21 pembalap setelah Maverick Vinales mundur akibat cedera bahu kiri.
Kondisi ini menambah dinamika strategi tim menjelang balapan utama di Circuit of the Americas.
Starting Grid MotoGP Amerika 2026 (Revisi)
Row 1
Fabio Di Giannantonio – Pedro Acosta – Francesco Bagnaia
Row 2
Marco Bezzecchi – Joan Mir – Marc Marquez
Row 3
Jorge Martin – Alex Marquez – Fermin Aldeguer
Row 4
Ai Ogura – Luca Marini – Enea Bastianini
Row 5
Raul Fernandez – Diogo Moreira – Johann Zarco
Row 6
Fabio Quartararo – Toprak Razgatlioglu – Brad Binder
Row 7
Jack Miller – Franco Morbidelli – Alex Rins
Perubahan posisi start, penalti long lap, hingga absennya satu pembalap membuat seri Amerika berpotensi menghadirkan persaingan lebih agresif.
Barisan depan kini diisi kombinasi pembalap muda dan juara dunia yang memiliki gaya balap kontras, membuka peluang terjadinya duel intens sejak lap pertama.