JAKARTA - Garis takdir seseorang terkadang berbelok tajam di tempat yang paling tidak terduga. Bagi Muhammad Fadli Imamuddin, belokan itu terjadi di lintasan balap motor pada tahun 2015.
Insiden tragis yang merenggut fungsi normal kakinya sempat diduga akan mengakhiri karier sang pembalap profesional.
Namun, sejarah mencatat hal sebaliknya, Fadli tidak berhenti bergerak, ia hanya berganti kendaraan.
Kini, manifesto kerja keras dan transformasi hidup Fadli mendapat pengakuan di panggung dunia.
PT Toyota-Astra Motor (TAM) secara resmi mengumumkan bahwa atlet para cycling kebanggaan Indonesia tersebut terpilih masuk ke dalam jajaran elite Global Team Toyota Athletes (GTTA).
Fadli akan bergabung dengan enam atlet terpilih lainnya dari kawasan Asia Tenggara (Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam) untuk membawa misi besar menuju gelaran Asian Games dan Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Bagi Toyota, pemilihan Fadli bukan sekadar tentang sponsorship olahraga biasa. Ini adalah perwujudan nyata dari pergeseran arah perusahaan dari produsen otomotif konvensional menjadi sebuah mobility company.
"Melalui Global Team Toyota Athletes (GTTA), kami mendukung para atlet berprestasi yang tidak hanya mewakili cabang olahraga yang mereka kuasai, tetapi juga mewujudkan kekuatan bersama yang mendukung gerakan komunitas di luar kompetisi lewat berbagai inisiatif program yang menginspirasi semua orang untuk bergerak bersama," terang Marketing Director PT TAM, Bansar Maduma, Jumat (22/5/2026).
Langkah Fadli berkelindan erat dengan kampanye global Toyota, Start Your Impossible, yang diinisiasi sejak 2018.
Program ini menyoroti nilai-nilai kemanusiaan, ketangguhan, dan keberanian dalam mendobrak batas ketidakmungkinan.
Melalui program pendukung seperti Dual Hero Projects, para atlet tidak hanya fokus mengejar medali, melainkan juga dipasangkan dengan proyek sosial lokal yang berdampak langsung pada masyarakat.
Rekam jejak Fadli setelah pulih dari masa-masa kritis pada 2017 menunjukkan grafik yang impresif.
Mengalihkan fokusnya ke sepeda ramah disabilitas (para cycling), ia sukses mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, termasuk mengamankan medali emas pada ASEAN Para Games 2025 lalu.
Di luar lintasan, Fadli juga mendirikan sekolah balap motor untuk menyemai mimpi-mimpi pembalap muda Indonesia.
Gerakan inklusif inilah yang membuat esensi mobilitas mengalami perluasan makna. Mobilitas tidak lagi hanya berbicara tentang perpindahan barang atau manusia dengan mesin, melainkan kebebasan bergerak bagi setiap individu tanpa terkecuali.
"Melalui olahraga, advokasi, dan kegiatan lokal yang menjangkau banyak orang, Global Team Toyota Athletes (GTTA) mencerminkan semangat dimana mobilitas bergerak melampaui batasan untuk menciptakan akses, peluang, dan kemajuan dalam komunitas," jelas Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Hiroyuki Oide.
Lebih lanjut, Hiroyuki Oide menambahkan, kemitraan jangka panjang ini didasari atas rasa hormat terhadap dedikasi para atlet.
"Merupakan kehormatan bagi kami untuk berdiri di samping para atlet yang terus menginspirasi dan menunjukkan seberapa jauh dedikasi dan keberanian dapat membawa mereka, baik dalam kompetisi maupun di masyarakat," pungkas Oide.(rilis)