JAKARTA - Istirahat dua pekan jelas bukan waktu yang ideal untuk memulihkan patah kaki dan operasi bahu sekaligus. Namun, bagi seorang Marc Marquez, kemauan keras sering kali melangkahi logika medis.
Sang juara bertahan MotoGP dipastikan akan melakukan aksi comeback yang dinanti-nanti di Sirkuit Mugello akhir pekan ini (31/5/2026), setelah absen dalam dua seri akibat cedera parah.
Balapan sepanjang 23 lap di MotoGP Italia 2026 ini bukan sekadar balapan biasa bagi Marquez.
Ini adalah pembuktian apakah dirinya masih memiliki taji untuk mempertahankan gelar, atau justru harus merelakan takhtanya direbut oleh generasi baru yang kini tengah naik daun.
Sirkuit Mugello dikenal sangat menuntut fisik, sebuah tantangan masif bagi rider yang baru saja melewati meja operasi ganda.
Seperti diketahui, kecelakaan fatal saat sprint race di MotoGP Prancis awal Mei lalu memaksa kaki kanan pembalap berusia 33 tahun itu dipasang gips akibat patah tulang.
Tak hanya itu, tim medis juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengangkat sekrup yang longgar di bahu kanannya.
Meski proses pemulihan terhitung sangat singkat, kurang lebih hanya 14 hari, Marquez memilih menyudahi masa rehatnya.
Melalui akun media sosial resminya, pembalap asal Spanyol ini langsung menebar sinyal perang kepada para rivalnya.
"Sampai jumpa di Mugello," tulis Marc Marquez singkat namun tegas melalui akun X miliknya, sembari mengunggah foto dirinya bersanding dengan motor Desmosedici Ducati.
Absennya Marquez dalam dua balapan terakhir berdampak domino yang sangat masif pada posisinya di papan klasemen.
The Baby Alien yang sempat terseok-seok di awal musim, dengan pencapaian terbaik hanya finis di posisi keempat (P4) pada GP Brasil, kini harus rela terlempar ke peringkat ke-9 dengan raihan 57 poin.
Marquez kini dihadapkan pada jurang pemisah yang sangat lebar, yakni defisit 85 angka dari Marco Bezzecchi yang tengah nyaman bertengger di puncak klasemen dengan 142 poin.
Mugello akan menjadi saksi: apakah kembalinya sang legenda akan menjadi titik balik kebangkitan yang epik, atau justru menjadi perjudian besar yang terlalu dini bagi fisiknya?