JAKARTA - Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin memanas setelah Marc Marquez tampil sempurna di MotoGP Aragon.
Rider Ducati itu kini hanya terpaut 19 poin dari pemuncak klasemen, Jorge Martin, sehingga Aprilia mulai memasang target menghentikan laju sang juara dunia.
Marc Marquez tampil dominan sepanjang akhir pekan balapan di Aragon. Pembalap berusia 33 tahun tersebut mengamankan kemenangan pada sprint race sekaligus main race, sebuah hasil yang membuat perolehan poinnya melonjak hingga 237.
Tambahan poin tersebut membawa Marquez naik ke posisi kedua klasemen. Ia sekaligus melewati Marco Bezzecchi dan kini unggul lima poin dari pembalap tersebut.
Namun, perhatian terbesar Aprilia bukan lagi sekadar mempertahankan posisi Jorge Martin di puncak klasemen.
Tim asal Noale itu harus mengantisipasi kebangkitan Marquez yang mulai memangkas jarak secara signifikan.
Bos Aprilia, Massimo Rivola menilai, performa Marquez menunjukkan mengapa pembalap Ducati tersebut tetap menjadi salah satu ancaman terbesar dalam perebutan gelar musim ini.
“Memang benar kami telah melakukan langkah-langkah yang tepat, terutama untuk masa depan, tetapi itu saja tidak cukup," ujar Rivola, Rabu (2/9/2026).
"Kami ada di sini dan kami harus berjuang hingga balapan terakhir melawan pesaing seperti Marquez, yang merupakan salah satu pebalap terkuat dalam sejarah,” sambungnya.
Menurut Rivola, menghadapi Marquez justru menjadi tantangan yang memberikan motivasi besar bagi Aprilia. Ia menegaskan timnya tidak akan berhenti mengejar hingga seri terakhir.
“Mendapat kehormatan untuk bisa mencoba mengalahkannya adalah hal yang luar biasa dan menjadi motivasi yang sangat besar. Kami tidak akan menyerah sampai akhir,” katanya.
Rivola juga menyoroti kemampuan Marquez dalam mengelola balapan. Menurut dia, kekuatan Marquez bukan hanya terletak pada kecepatan, tetapi juga kemampuannya membaca situasi dan menjaga konsistensi ketika tekanan persaingan semakin tinggi.
“Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari Marc. Ketika dia tampak kesulitan, dia bisa menang tanpa mengambil risiko, karena dia tahu bahwa konsistensi adalah hal terpenting dari sekarang hingga akhir tahun,” tutur Rivola.
Ia menilai Marquez memiliki kemampuan menentukan kapan harus mengamankan poin dan kapan harus mengambil kemenangan.
“Dan ketika saatnya membawa pulang kemenangan, karena dia tahu dia yang terkuat, dia akan melakukannya. Kami harus belajar dari sikapnya,” sambungnya.
Dengan selisih hanya 19 poin dari Martin, Marquez kini memiliki peluang semakin besar untuk mengambil alih puncak klasemen pada seri-seri berikutnya.
Sebaliknya, Aprilia harus memastikan Martin mampu mempertahankan keunggulannya jika ingin menjaga ambisi merebut gelar MotoGP 2026.
Persaingan tersebut akan kembali berlanjut pada 13 September 2026 dalam MotoGP San Marino. Seri di Misano menjadi kesempatan berikutnya bagi Martin untuk memperlebar jarak sekaligus bagi Marquez untuk melanjutkan momentum setelah menyapu bersih kemenangan di Aragon.