JAKARTA - Performa Veda Ega Pratama di Moto3 Aragon menjadi sinyal yang perlu segera diperbaiki Honda Team Asia.
Pebalap asal Gunungkidul itu kembali gagal mencetak poin setelah hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi ke-20 pada seri yang berlangsung akhir pekan lalu.
Hasil tersebut memperpanjang periode sulit Veda Ega di kelas Moto3. Dari empat seri terakhir yang dijalaninya, pebalap yang mendapat julukan Rocket Boy itu tiga kali gagal finis atau berada di luar zona poin, termasuk penampilan di Aragon.
Veda Ega sebenarnya masih berada di posisi yang cukup kompetitif dalam klasemen sementara.
Ia mengoleksi 97 poin dan hanya terpaut tujuh angka dari Hakim Danish yang menempati posisi kedelapan.
Namun, tren performanya menjadi persoalan tersendiri. Kegagalan mendapatkan poin di Aragon membuat peluang Veda Ega untuk memperkuat posisinya di papan atas klasemen kembali tertahan.
Masalah tersebut sudah terlihat sejak sesi latihan. Veda Ega tidak mampu menemukan kecepatan terbaik sejak Jumat dan harus memulai balapan dari posisi ke-22.
Posisi start itu membuat perjuangannya semakin berat. Di tengah ketatnya persaingan Moto3, kehilangan banyak posisi sejak awal membuat peluang mengejar kelompok depan menjadi semakin kecil.
Veda Ega mengakui persoalan tidak hanya muncul saat balapan. Menurutnya, sepanjang akhir pekan ia kesulitan menemukan performa yang sesuai harapan.
"Bukan hasil balapan yang saya inginkan di minggu ini. Memang sepanjang minggu ini saya merasa kesulitan dari sesi di hari Jumat, Sabtu, dan race," ujar Veda Ega.
Upaya memperbaiki posisi pada lap-lap awal juga tidak berjalan mulus. Ketika berusaha bergerak ke depan, Veda Ega sempat terlibat senggolan dengan pebalap lain yang kemudian membuatnya melakukan kesalahan.
"Dalam balapan saya mencoba untuk push, push, push untuk mengejar grup di depan. Ya sulit, kesulitan dengan sirkuit Aragon dengan grip yang menurut saya cukup licin," katanya.
Persoalan grip menjadi salah satu faktor yang membuat Veda Ega kesulitan mempertahankan ritme.
Kondisi tersebut membuat upaya mengejar kelompok di depannya tidak menghasilkan perubahan signifikan hingga finis.
Jika melihat rangkaian hasil sebelumnya, Aragon bukan satu-satunya seri ketika Veda Ega kehilangan momentum.
Ia juga gagal finis di Moto3 Amerika Serikat. Setelah itu, Veda Ega hanya mampu menempati posisi ke-16 di Moto3 Hungaria sehingga kembali gagal mendapatkan poin.
Situasi serupa terjadi di Moto3 Belanda ketika ia kembali tidak mampu menyelesaikan balapan dengan hasil yang menghasilkan tambahan angka.
Artinya, terdapat persoalan konsistensi yang perlu segera diselesaikan sebelum memasuki seri berikutnya.
Dengan 97 poin, Veda Ega masih memiliki peluang mempertahankan persaingan di papan atas. Akan tetapi, jarak tujuh poin dengan Hakim Danish menunjukkan bahwa posisi tersebut belum aman.
Sebaliknya, jika tren tanpa poin terus berlanjut, pebalap Indonesia itu berpotensi kehilangan momentum sekaligus semakin tertinggal dari rival-rivalnya.
Veda Ega pun memilih menjadikan kegagalan di Aragon sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk larut dalam hasil buruk.
"Minggu yang harus saya lupakan, dan ya saya ambil pelajarannya. Saya dan tim akan mencari tahu di mana titik poin yang saya bisa improve lagi," ujarnya.
Target berikutnya adalah Moto3 Misano. Seri tersebut menjadi kesempatan bagi Veda Ega untuk memutus tren buruk sekaligus kembali mengumpulkan poin.
"Pada seri di Misano saya akan mencoba lebih baik lagi," kata Veda Ega.
Pertanyaan besarnya kini bukan hanya seberapa cepat Veda Ega mampu bangkit, tetapi seberapa cepat Honda Team Asia dapat menemukan akar masalah yang membuat performanya sulit konsisten dalam beberapa seri terakhir.
Misano akan menjadi ujian penting. Jika mampu kembali masuk zona poin, Veda Ega dapat menjaga peluangnya dalam persaingan klasemen.
Sebaliknya, kegagalan berikutnya akan membuat tekanan terhadap performanya semakin besar.