PEKANBARU - PSPS Pekanbaru berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas Persiraja Banda Aceh dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Dua gol Antonio Gamaroni pada babak pertama menjadi modal penting bagi Askar Bertuah untuk meredam tekanan Persiraja hingga pertandingan berakhir.
Kemenangan tersebut tidak diraih dengan dominasi penuh sepanjang pertandingan.
PSPS justru harus bekerja keras mempertahankan keunggulan setelah Persiraja memperkecil ketertinggalan melalui Aditya Angga pada menit ke-64.
Gamaroni menjadi pembeda dalam laga ini. Penyerang PSPS tersebut mencetak dua gol hanya dalam rentang enam menit, masing-masing pada menit ke-34 dan ke-40.
Dua gol itu sekaligus mengubah jalannya pertandingan. Setelah sejumlah peluang pada awal laga belum menghasilkan gol, PSPS akhirnya mampu memanfaatkan momentum pada pertengahan babak pertama.
Sejak menit-menit awal, PSPS mengambil inisiatif serangan sebagai tuan rumah. Gamaroni bahkan sempat memperoleh dua peluang emas, tetapi belum mampu mengubah skor.
Tekanan PSPS kemudian menghasilkan gol pertama pada menit ke-34. Gamaroni kembali mencatatkan namanya di papan skor enam menit berselang sehingga PSPS menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Memasuki babak kedua, Persiraja mencoba mengubah pendekatan permainan. Tim asal Banda Aceh itu lebih agresif mencari celah untuk membongkar pertahanan PSPS.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-64. Aditya Angga memanfaatkan situasi bola mati untuk mencetak gol dan membuat jarak kedua tim kembali menipis menjadi 2-1.
Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. Persiraja kemudian lebih banyak mengandalkan serangan balik dengan memanfaatkan kecepatan pemain untuk mengejar gol penyama kedudukan.
PSPS berada dalam situasi yang berbeda. Setelah unggul dua gol, fokus utama mereka bergeser untuk menjaga keunggulan sekaligus mencari kesempatan melalui serangan balasan.
Situasi itu membuat pertandingan berjalan dalam tempo tinggi. Kedua tim sama-sama menciptakan peluang dan beberapa kali berada dalam situasi yang nyaris menghasilkan gol.
Memasuki menit-menit terakhir, tekanan Persiraja semakin terasa. Upaya mencetak gol kedua terus dilakukan, sementara PSPS berusaha memutus serangan dan menjaga konsentrasi di lini pertahanan.
Pertandingan juga semakin keras dengan munculnya sejumlah pelanggaran ketika kedua tim berebut penguasaan bola dan mencoba membangun serangan.
Namun, tidak ada gol tambahan hingga wasit meniup peluit panjang.
PSPS Pekanbaru akhirnya mempertahankan keunggulan 2-1 dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.
Gamaroni menjadi figur kunci berkat dua golnya pada babak pertama, sementara gol Aditya Angga belum cukup bagi Persiraja untuk membawa pulang poin.
Hasil ini menunjukkan bahwa keunggulan dua gol PSPS sempat berada dalam tekanan serius setelah Persiraja memperkecil skor.
Kemampuan tuan rumah mempertahankan keunggulan pada fase akhir akhirnya menjadi faktor penting yang menentukan hasil pertandingan.