PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 202 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Sumatera hingga pukul 23.00 WIB.
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi penyumbang terbanyak dengan total 164 titik panas, jauh melampaui provinsi lainnya.
“Pantauan terakhir menunjukkan total hotspot di Sumatera mencapai 202 titik, dan Riau mendominasi dengan 164 titik,” ujar Elisa JS Kedang, petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Jumat malam.
Rinciannya, titik panas di Riau tersebar di sejumlah kabupaten, dengan Kabupaten Pelalawan menempati posisi tertinggi sebanyak 45 titik panas. Disusul Kampar sebanyak 30 titik dan Rokan Hilir 33 titik. Kabupaten Indragiri Hilir mencatat 22 titik panas, Indragiri Hulu 10 titik, Siak 9 titik, Bengkalis 6 titik, Rokan Hulu 7 titik, serta Kuantan Singingi 2 titik.
Selain Riau, titik panas juga terdeteksi di beberapa provinsi lain, yakni Sumatera Barat sebanyak 19 titik, Jambi 8 titik, Sumatera Utara 6 titik, dan Bangka Belitung 5 titik.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah dengan sebaran hotspot terbanyak. Pemerintah daerah juga diharapkan meningkatkan koordinasi dan langkah pencegahan dini, mengingat tren cuaca kering masih berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan.