PEKANBARU - Arus penumpang di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru melonjak tajam selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Di tengah padatnya pergerakan penumpang, rute internasional Pekanbaru–Kuala Lumpur, Malaysia, tercatat sebagai destinasi luar negeri paling diminati masyarakat.
General Manager Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Achmad, mengatakan peningkatan pergerakan penumpang terjadi sejak 15 hingga 29 Desember 2025, dengan puncak arus tercatat pada 22 Desember 2025.
“Pada hari normal, Bandara Pekanbaru melayani sekitar 8.000 penumpang per hari dan bisa mencapai 9.000 penumpang di akhir pekan. Namun saat puncak Nataru, tepatnya 22 Desember, jumlah penumpang mencapai 11.115 orang. Ini angka yang cukup tinggi,” ujar Achmad, Selasa (30/12/2025).
Secara keseluruhan, selama periode Nataru jumlah penerbangan meningkat 8,6 persen dibandingkan hari biasa. Sementara itu, jumlah penumpang juga mengalami kenaikan sebesar 3,1 persen.
Achmad menjelaskan, berdasarkan data periode 15 hingga 19 Desember 2025, rute domestik Pekanbaru–Jakarta masih mendominasi pergerakan penumpang dengan total 42.961 orang. Mayoritas penumpang menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Untuk rute internasional, penerbangan Pekanbaru–Kuala Lumpur mencatatkan 13.084 penumpang dan menjadi tujuan luar negeri favorit selama libur akhir tahun.
“Penumpang domestik masih didominasi rute Jakarta. Sementara untuk penerbangan internasional, Kuala Lumpur menjadi pilihan utama masyarakat,” jelasnya.
Tingginya permintaan perjalanan udara mendorong sejumlah maskapai mengajukan penambahan penerbangan atau extra flight. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Super Air Jet, Lion Air, dan Pelita Air menambah jadwal penerbangan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
“Extra flight ini sebagian besar untuk rute Jakarta. Lion Air juga menambah penerbangan ke Surabaya dan Yogyakarta, sementara Super Air Jet menambah satu penerbangan tambahan ke Kuala Lumpur,” terang Achmad.
Dari sisi pelayanan, pihak bandara memastikan operasional berjalan lancar selama masa libur Nataru. Hingga kini, tidak ada keterlambatan penerbangan akibat faktor cuaca di Pekanbaru.
“Alhamdulillah, tidak ada delay karena cuaca. Keterlambatan yang terjadi umumnya disebabkan faktor operasional, terutama tingginya trafik dan pemanfaatan pesawat dari bandara asal,” pungkasnya.