PEKANBARU - Masyarakat Provinsi Riau, masih menjadi salah satu penyumbang terbesar wisatawan ke Malaysia. Faktor kedekatan geografis, kemudahan akses, serta biaya perjalanan yang relatif terjangkau membuat Negeri Jiran tetap menjadi destinasi favorit, terutama Kuala Lumpur yang kian dianggap sebagai “rumah kedua” bagi warga Riau.
Tingginya minat tersebut terlihat jelas pada momen libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Rute internasional Pekanbaru–Kuala Lumpur mencatatkan total 13.084 penumpang, menjadikannya sebagai rute internasional paling diminati dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru.
Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) DPD Riau, Harpina Diansari, memprediksi tren perjalanan masyarakat Riau ke Malaysia masih akan berlanjut hingga tahun 2026. Menurutnya, Kuala Lumpur telah menjadi tujuan utama warga Riau, baik untuk wisata belanja, perjalanan liburan, hingga keperluan berobat.
“Kita tidak bisa memungkiri, bagi orang Riau, Malaysia khususnya Kuala Lumpur sudah seperti rumah kedua. Mulai dari wisata belanja, traveling, sampai berobat menjadi alasan utama tingginya minat ke Malaysia,” ujar Harpina, Sabtu (3/1/2026).
Selain jarak yang dekat, kemudahan akses dan harga tiket pesawat yang relatif murah juga menjadi faktor penentu. Harpina menilai biaya perjalanan ke Malaysia sering kali lebih terjangkau dibandingkan destinasi wisata domestik seperti Yogyakarta atau Bali, terutama saat bepergian bersama keluarga atau rombongan.
Saat ini, rute Pekanbaru–Kuala Lumpur dilayani oleh sejumlah maskapai, di antaranya AirAsia, Super Air Jet, Batik Air Malaysia, dan Malaysia Airlines. Kondisi ini semakin memperkuat minat masyarakat Riau untuk berwisata ke Malaysia.
Tak hanya itu, tren perjalanan wisata lintas negara juga mulai berkembang. Banyak agen perjalanan di Riau menawarkan paket wisata tiga negara, yakni Malaysia, Thailand, dan Singapura, yang cukup diminati masyarakat.
Astindo Riau pun menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau guna mendorong arus wisatawan mancanegara masuk ke Riau. Harapannya, selain meningkatkan kunjungan wisata, kolaborasi ini juga dapat membuka peluang masuknya investor ke daerah.
“Kami siap berkolaborasi agar tidak hanya orang Riau yang berlibur ke luar negeri, tetapi juga wisatawan dari luar datang ke Riau. Dengan begitu, selain pariwisata, peluang investasi juga bisa ikut tumbuh,” tutup Harpina.