PEKANBARU – PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) memastikan proses perbaikan pipa gas pada jalur Grissik–Duri (GD) KP222 di Desa Selensen, Kabupaten Indragiri Hilir, telah selesai. Mulai Kamis (8/1/2026), penyaluran gas di jalur strategis tersebut kembali beroperasi secara normal setelah sempat dihentikan akibat insiden ledakan.
Corporate Secretary TGI, Emil Ismail, menyampaikan bahwa pemulihan operasional dilakukan secara bertahap untuk menjamin pasokan gas kembali stabil dan dapat memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan. Keputusan ini diambil setelah tim teknis memastikan seluruh kerusakan pascainsiden telah tertangani dengan standar keselamatan yang ketat.
Menurut Emil, selesainya perbaikan merupakan bagian dari respons cepat perusahaan atas kebocoran pipa yang terjadi pada Jumat (2/1/2026). Saat itu, penyaluran gas terpaksa dihentikan sementara sebagai langkah antisipasi guna mencegah risiko yang lebih besar terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Pemulihan jalur pipa, kata Emil, tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga mencakup prosedur teknis yang kompleks untuk memastikan keandalan dan keamanan distribusi gas ke depan. Proses penanganan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait.
Dikutip dari MCRiau, sebelum dialiri kembali, pipa gas Jalur GD KP222 telah melalui serangkaian uji integritas dan verifikasi keamanan secara menyeluruh. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi pipa benar-benar aman dan meminimalkan potensi risiko di kemudian hari.
Di sisi lain, TGI juga menaruh perhatian besar terhadap warga terdampak di Desa Selensen. Perusahaan menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat melalui pertemuan yang difasilitasi Musyawarah Pimpinan Daerah setempat guna mencari solusi terbaik pascainsiden.
Dalam musyawarah tersebut, nilai kompensasi ganti rugi dibahas secara terbuka hingga mencapai kesepakatan bersama antara perusahaan dan warga. Sementara itu, seluruh korban luka dipastikan telah mendapat penanganan medis secara maksimal dan kini dalam kondisi stabil tanpa perlu menjalani perawatan lanjutan.