PEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Riau mulai mempercepat pembenahan manajemen sekolah dengan membuka seleksi terbuka pengangkatan 69 kepala sekolah definitif untuk jenjang SMA dan SMK Negeri di seluruh kabupaten/kota.
Langkah ini dinilai krusial untuk mengakhiri ketergantungan pada Pelaksana Tugas (Plt) yang selama ini memimpin puluhan sekolah negeri, sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan pendidikan menjelang masa pensiun sejumlah kepala sekolah.
Kadisdik Riau, Erisman Yahya menegaskan, seleksi terbuka ini merupakan bagian dari penataan sistem kepemimpinan sekolah yang lebih profesional dan akuntabel.
“Untuk sementara ini, di Riau terdapat 69 SMA dan SMK Negeri yang jabatan kepala sekolahnya masih dijabat Plt. Itu yang kita buka sekarang. Alhamdulillah, sudah ada guru-guru yang berminat mengikuti seleksi,” ujar Erisman, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, kekosongan jabatan definitif berpotensi menghambat pengambilan keputusan strategis di tingkat sekolah, terutama terkait pengembangan mutu pembelajaran, pengelolaan sumber daya, dan adaptasi kebijakan pendidikan nasional.
Seleksi terbuka ini juga menjadi tindak lanjut langsung dari Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, yang menekankan transparansi dan meritokrasi dalam pengangkatan pimpinan satuan pendidikan.
“Proses asesmen dilaksanakan sejak 8 Januari hingga 9 Februari 2026. Seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 dan saat ini masih berlangsung,” jelas Erisman.
Ia menambahkan, Disdik Riau menargetkan proses seleksi dapat berjalan objektif dan menghasilkan kepala sekolah yang tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan dan visi pengembangan sekolah.
“Kami berharap seleksi ini berjalan lancar dan menghasilkan kepala sekolah yang mampu membawa SMA dan SMK Negeri di Riau lebih maju,” tutupnya.