PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera. Berdasarkan pemantauan terbaru, total terdapat 99 hotspot yang terdeteksi di berbagai provinsi.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi, menyampaikan bahwa Provinsi Riau menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 56 titik. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain Riau, sebaran hotspot di wilayah Sumatera tercatat di Aceh sebanyak 8 titik, Sumatera Utara 1 titik, Jambi 5 titik, Kepulauan Riau 15 titik, serta Bangka Belitung 12 titik.
Di Provinsi Riau sendiri, hotspot paling banyak ditemukan di Kabupaten Bengkalis dengan 28 titik, disusul Kabupaten Pelalawan sebanyak 23 titik. Sementara itu, Kota Dumai terpantau 2 titik, Kabupaten Siak 2 titik, dan Kabupaten Indragiri Hilir 3 titik.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla, terutama di daerah dengan konsentrasi hotspot tinggi.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.