PEKANBARU - Jumlah titik panas di Pulau Sumatra tercatat sebanyak 27 titik, berdasarkan laporan terbaru dari Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris, Minggu (15/2/2026) sore. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan sore sebelumnya.
Dari total tersebut, Provinsi Riau masih menjadi penyumbang hotspot terbanyak dengan 21 titik. Sementara itu, wilayah lain yang terdeteksi antara lain Aceh 1 titik, Kepulauan Riau 4 titik, dan Bangka Belitung 1 titik.
Rincian sebaran hotspot di Riau meliputi Kabupaten Bengkalis 8 titik, Kota Dumai 2 titik, Kabupaten Pelalawan 6 titik, serta Kabupaten Siak 5 titik.
Meski terjadi penurunan, Riau tetap menjadi daerah dengan perhatian khusus dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Bahkan sebelumnya, Kabupaten Bengkalis sempat mencatat lonjakan signifikan hingga 162 titik panas pada Sabtu sore (14/2/2026), menjadikannya wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi saat itu di Sumatera.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Riau telah resmi menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak Jumat (13/2/2026). Status ini berlaku hingga 30 November 2026.
Penetapan status siaga darurat tersebut merupakan hasil rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau dan sejumlah instansi terkait lainnya. Pemerintah berharap langkah ini dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan titik panas.