PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Pekanbaru melaporkan total 17 titik panas atau hotspot terpantau di wilayah Sumatera pada Minggu (22/2/2026).
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Moh Ibnu Amiruddin, menyampaikan bahwa sebaran hotspot tersebut tersebar di sejumlah provinsi dengan jumlah bervariasi.
Sumatera Barat dan Sumatera Utara tercatat sebagai wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, masing-masing empat titik. Disusul Aceh dan Bengkulu yang masing-masing mencatat dua titik panas. Sumatera Selatan juga terdeteksi dua titik, sementara Jambi, Bangka Belitung, dan Riau masing-masing satu titik.
Khusus di Riau, satu titik panas terpantau berada di Kabupaten Bengkalis. Meski jumlahnya relatif kecil dibanding beberapa provinsi lain, kondisi ini tetap menjadi perhatian mengingat potensi kebakaran hutan dan lahan dapat meningkat apabila tidak segera ditangani.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang terdeteksi hotspot. Pemantauan rutin dan langkah pencegahan dini dinilai penting guna menekan risiko karhutla, terlebih saat kondisi cuaca cenderung kering di beberapa daerah.