PEKANBARU - Ramadan tahun ini menghadirkan denyut berbeda di Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau. Sejak menjelang magrib, ratusan warga memadati halaman masjid untuk berbuka puasa bersama.
Lebih dari 300 paket takjil dan nasi bungkus dibagikan gratis setiap hari, menghadirkan suasana kebersamaan yang kian terasa di jantung Kota Pekanbaru.
Program berbuka puasa gratis ini didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati beragam pilihan kuliner dan produk di sekitar 30 stan Bazar Ramadan yang tertata rapi di area masjid.
Tak hanya soal berbuka, pelaksanaan Salat Tarawih menjadi daya tarik utama. Bacaan imam yang merdu dan tidak terlalu panjang dinilai ramah bagi generasi muda dan keluarga.
Mutia, pelajar SMA di Pekanbaru, mengaku sengaja datang bersama orang tuanya untuk merasakan atmosfer Tarawih di Masjid Raya An-Nur.
“Bacaan imamnya enak didengar, ayatnya nggak terlalu panjang tapi tetap khusyuk. Jadi kami yang masih sekolah ini bisa ikut Tarawih sampai selesai tanpa merasa berat,” ujarnya.
Menurut Mutia, kenyamanan area salat dan pengaturan saf yang tertib membuatnya betah beribadah. Ia menilai pengalaman Ramadan di masjid tersebut berbeda dibandingkan hari biasa.
Pengalaman serupa disampaikan Aqila, siswi lain yang baru pertama kali Tarawih di sana.
“Suasananya adem dan tertib. Ditambah lagi ada takjil dan makan gratis, jadi terasa kebersamaan Ramadan-nya,” katanya.
Bazar Ramadan di area masjid tak hanya menyediakan menu berbuka, tetapi juga aksesoris, parfum, madu, hingga pakaian.
Konsep ini memudahkan jemaah memenuhi kebutuhan ibadah dan konsumsi dalam satu lokasi.
Mahyudin, warga Panam, sengaja membawa istri dan dua anaknya untuk beribadah di Masjid Raya An-Nur Riau.
“Kami ingin anak-anak merasakan suasana Ramadan yang berbeda. Tarawihnya tidak terlalu lama karena bacaannya bagus, jadi anak-anak tetap nyaman. Setelah itu bisa berbuka bersama di halaman masjid,” tuturnya.
Sementara itu, Rizki, warga Pandau, memilih datang saat akhir pekan Ramadan.
“Suasananya terasa lebih hidup. Ada bazar yang menyediakan berbagai kebutuhan, jadi setelah ibadah kami bisa sekalian berbelanja. Anak-anak juga senang karena lingkungannya bersih dan tertib,” katanya.
Imam Besar sekaligus Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Raya An-Nur Riau, Dr H Zul Ikromi Lc MA menyatakan, antusiasme masyarakat menjadi motivasi bagi pengurus untuk terus berinovasi.
“Kami ingin Masjid Raya An-Nur menjadi rumah bersama bagi umat. Tarawih dengan bacaan yang ringan dan merdu, layanan berbuka gratis, serta bazar Ramadan adalah bagian dari ikhtiar kami untuk memberikan kenyamanan dan menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk sekaligus membahagiakan,” ujarnya.
Ketua Panitia Ramadan, Dr H Zulkarnain Umar MSi menambahkan, panitia juga menghadirkan layanan pijat refleksi dan konsultasi zakat bagi jemaah sebagai bagian dari edukasi dan pelayanan sosial.
Menurutnya, dukungan Baznas Riau memungkinkan rangkaian kegiatan Ramadan berjalan optimal, mulai dari penyediaan takjil hingga layanan sosial lainnya.(rilis)