PEKANBARU - Sebanyak 32 titik panas terpantau di wilayah Sumatera pada Rabu, 25 Februari 2026. Data ini menunjukkan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi, terutama di wilayah pesisir timur Sumatera.
Berdasarkan pemantauan, sebaran titik panas tercatat di beberapa daerah. Aceh ditemukan 5 titik, Sumatera Barat 6 titik, dan Riau menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak yakni 8 titik panas. Sementara itu, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara masing-masing mencatat 4 titik. Di Jambi dan Bengkulu terdeteksi masing-masing 2 titik, serta 1 titik di Kepulauan Bangka Belitung.
Khusus di Riau, sebaran titik panas terpantau di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Bengkalis tercatat 2 titik, Kota Dumai 1 titik, Kabupaten Pelalawan 4 titik, serta Kabupaten Rokan Hilir 1 titik. Kondisi ini membuat sejumlah wilayah meningkatkan kesiapsiagaan guna mencegah meluasnya kebakaran lahan.
Sementara itu, pembaruan jarak pandang hingga pukul 16.00 WIB menunjukkan kondisi yang relatif aman. Di Pekanbaru, jarak pandang mencapai 9 kilometer, Rengat 8 kilometer, Pelalawan 10 kilometer, dan Tambang 10 kilometer.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yudhistira M., menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan potensi kemunculan titik panas, terutama di wilayah rawan kebakaran. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan.