PEKANBARU - Potensi hujan masih membayangi sebagian besar wilayah Riau sepanjang Kamis (26/2/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) melalui Stasiun BMKG Pekanbaru memprakirakan hujan dengan intensitas bervariasi terjadi sejak pagi hingga malam hari.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Anggun menjelaskan, kondisi atmosfer Riau pada pagi hari didominasi udara kabur hingga berawan, dengan peluang hujan ringan sampai sedang di sejumlah wilayah.
“Pada pagi hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Pekanbaru, Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti,” ujarnya.
Memasuki siang hari, cuaca cenderung cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan ringan masih berpotensi turun di wilayah Kepulauan Meranti dan Bengkalis.
Sementara itu, pada sore hingga malam hari, intensitas hujan diprediksi kembali meningkat di sejumlah daerah.
Hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur Pekanbaru, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Siak, Pelalawan, Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.
“Untuk Jumat (27/2/2026) dini hari, kondisi udara kabur hingga berawan,” tambahnya.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan pada pagi hari meliputi Bengkalis, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti.
Sedangkan Rokan Hilir berpotensi mengalami hujan lebat pada sore hingga malam hari.
“Kami mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah yang telah disebutkan,” tegasnya.
Dengan pola hujan yang terjadi hampir sepanjang hari di berbagai kabupaten/kota, masyarakat diimbau mengantisipasi genangan air dan jalan licin, menghindari berteduh di bawah pohon saat terjadi petir dan memastikan saluran air di lingkungan sekitar tidak tersumbat.
Kondisi cuaca yang dinamis ini juga berpotensi memengaruhi aktivitas transportasi darat dan laut, khususnya di wilayah pesisir seperti Dumai dan Kepulauan Meranti.
BMKG mengingatkan agar masyarakat terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi guna mengurangi risiko dampak bencana hidrometeorologi.