PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan adanya 58 titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Sumatera hingga Sabtu sore (28/2/2026).
Data tersebut disampaikan oleh Prakirawan BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris, sebagai bagian dari pemantauan rutin potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dari total 58 titik panas, Provinsi Jambi mencatat jumlah tertinggi dengan 19 titik, disusul Bangka Belitung sebanyak 13 titik dan Sumatera Selatan 11 titik. Sementara itu, Riau terdeteksi memiliki 7 titik panas yang tersebar di dua kabupaten, yakni Rokan Hulu sebanyak 4 titik dan Kuantan Singingi sebanyak 3 titik.
Selain itu, titik panas juga terpantau di Aceh sebanyak 2 titik, Sumatera Barat 4 titik, Sumatera Utara 1 titik, serta Kepulauan Riau 1 titik.
BMKG juga merilis pembaruan jarak pandang (visibility) pada pukul 16.00 WIB. Di Pekanbaru, jarak pandang tercatat 10 kilometer, Rengat 9 kilometer, Pelalawan 10 kilometer, dan Tambang 10 kilometer. Secara umum, kondisi jarak pandang masih terpantau normal, meski pemantauan terus dilakukan secara intensif.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Surat keputusan penetapan status siaga darurat karhutla tersebut telah ditandatangani oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto. Status siaga darurat karhutla di Riau berlaku mulai 13 Februari hingga 30 November 2026.
Penetapan status ini menjadi bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama memasuki periode rawan. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di wilayahnya.