PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan sebanyak 75 titik panas terdeteksi di wilayah Sumatera berdasarkan pemantauan terkini. Data tersebut disampaikan oleh Prakirawan BMKG Pekanbaru, Deby C, Selasa (3/3/2026) sore.
Dari total 75 hotspot, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak yakni 16 titik, disusul Sumatera Barat dan Riau masing-masing 14 titik. Sementara Jambi terpantau 11 titik dan Aceh 9 titik.
Selain itu, Sumatera Utara dan Bangka Belitung masing-masing tercatat 4 titik panas, sedangkan Kepulauan Riau terdapat 3 titik.
Khusus di Provinsi Riau, 14 titik panas tersebar di sejumlah daerah. Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kampar masing-masing terdeteksi 5 titik. Kabupaten Indragiri Hilir tercatat 2 titik, sementara Kabupaten Pelalawan dan Kota Dumai masing-masing 1 titik panas.
BMKG juga memperbarui kondisi jarak pandang (visibility) pada pukul 16.00 WIB. Di Pekanbaru, jarak pandang terpantau 10 kilometer. Pelalawan dan Tambang juga berada di angka 10 kilometer. Sementara itu, Rengat tercatat mengalami jarak pandang lebih rendah yakni 7 kilometer.
Munculnya puluhan titik panas ini menjadi perhatian serius, terutama memasuki periode cuaca relatif kering yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Riau.