PEKANBARU - lima kabupaten di Provinsi Riau resmi menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya jumlah hotspot dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Jim Gafur, menyampaikan bahwa daerah yang telah menetapkan status tersebut adalah Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir, Bengkalis, Siak dan Kampar.
Menurutnya, penetapan status siaga darurat menjadi langkah penting agar pemerintah daerah dapat bergerak lebih cepat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Pemerintah daerah diminta segera melakukan langkah antisipasi dan mitigasi, termasuk menggelar apel siaga yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, deteksi dini, patroli rutin, dan pengecekan langsung titik hotspot harus terus ditingkatkan guna memastikan api tidak meluas.
Upaya sosialisasi kepada masyarakat juga menjadi fokus utama, terutama imbauan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Camat, kepala desa, dan lurah diminta aktif mengedukasi warga di wilayah masing-masing. Seluruh sumber daya, baik personel maupun peralatan pemadam, juga harus disiagakan, termasuk dukungan anggaran operasional.
Koordinasi lintas sektor pun diperkuat, melibatkan Forkompimda, TNI, Polri, Manggala Agni, tokoh masyarakat, dunia usaha, akademisi hingga relawan. Pembasahan lahan-lahan rawan karhutla turut dilakukan sebagai langkah pencegahan dini.
Dikutip dari MCRiau, sementara itu, data terbaru mencatat sudah 11 kabupaten/kota di Riau yang mengalami karhutla sejak awal tahun ini dengan total luas mencapai 1.041,74 hektare.
Sebaran luasan karhutla tersebut antara lain: Bengkalis 201,01 hektare, Kepulauan Meranti 13,40 hektare, Siak 63,53 hektare, Kampar 29,50 hektare, Pelalawan 612,30 hektare, Indragiri Hulu 1,20 hektare, Indragiri Hilir 64,70 hektare, Kuantan Singingi 1,50 hektare, Rokan Hilir 10 hektare, Kota Dumai 30,52 hektare, dan Pekanbaru 14,08 hektare.
Dengan kondisi ini, pemerintah daerah diharapkan semakin sigap agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat dapat ditekan.