PELALAWAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di lahan Koperasi Riau Tani Berkah Sejahtera (RTBS) di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, telah berlangsung selama 13 hari.
Hingga Senin (22/3/2026), tim gabungan masih melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran guna mencegah munculnya kembali api.
Lahan milik koperasi tersebut, yang sebagian besar telah ditanami kelapa sawit, sebelumnya dilalap api. Meski api telah berhasil dipadamkan, asap masih terlihat muncul dari area gambut hingga memasuki hari ketiga Lebaran.
Kepala Seksi Humas Polres Pelalawan, Thomas Bernandes Siahaan, mengatakan bahwa proses pendinginan terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.
“Personel gabungan masih melakukan pendinginan hari ini di lahan koperasi RTBS Desa Merbau. Kebakaran itu terpantau melalui aplikasi DLK,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Operasi pendinginan dimulai sejak pukul 08.30 WIB dengan melibatkan sekitar 25 personel dari berbagai unsur, antara lain Indonesian National Police (Polri), Indonesian National Armed Forces (TNI), tim Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Arara Abadi, serta karyawan Koperasi RTBS.
Dalam penanganan tersebut, petugas menggunakan sejumlah peralatan seperti mesin mini striker, mesin robin, kendaraan double cabin, serta satu unit ekskavator untuk mendukung proses pendinginan.
Namun, upaya di lapangan menghadapi kendala terbatasnya sumber air. Kondisi lahan gambut yang mulai mengering menyebabkan ketersediaan air menjadi minim untuk proses pendinginan.
“Api sudah padam, hanya menyisakan asap. Itu yang sedang ditangani petugas,” tambah Thomas.
Tim gabungan terus berupaya memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa agar kebakaran tidak kembali meluas di kawasan tersebut.