PEKANBARU - Arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Pekanbaru menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya di Bandara Sultan Syarif Kasim II yang menjadi salah satu pintu utama mobilitas masyarakat di Riau. Sejak 13 hingga 24 Maret 2026, total penumpang yang dilayani tercatat mencapai 139.343 orang.
Jumlah tersebut meningkat 7,1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya mencapai 130.133 penumpang. Tidak hanya itu, pergerakan penerbangan juga mengalami lonjakan, dengan total 930 penerbangan atau naik 10,7 persen dari tahun lalu yang tercatat 840 penerbangan.
Ketua Posko Angkutan Lebaran Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Surya Bunayya, menyebutkan peningkatan ini sudah terlihat sejak hari kedua Lebaran. Bahkan, maskapai penerbangan merespons tingginya permintaan dengan menambah jadwal penerbangan ekstra.
Sebanyak enam maskapai mengajukan extra flight selama periode arus mudik hingga arus balik. Di antaranya Garuda Indonesia untuk rute Jakarta pada 28 Maret, Citilink rute Batam yang beroperasi setiap hari hingga 29 Maret, serta Lion Air untuk tujuan Yogyakarta pada 28 dan 29 Maret.
Selain itu, Wings Air membuka penerbangan tambahan ke Gunung Sitoli pada 26 dan 30 Maret, sementara Super Air Jet melayani rute internasional ke Kuala Lumpur dengan jadwal tertentu hingga 23 Maret. Dalam satu hari, bahkan tercatat hingga enam penerbangan tambahan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
Data harian menunjukkan pergerakan penumpang terus fluktuatif, namun cenderung meningkat mendekati puncak arus mudik dan setelah Lebaran. Pada H-7, jumlah penumpang mencapai 12.615 orang, sementara puncak arus balik sementara terlihat pada H+3 dengan 13.457 penumpang.
Lonjakan ini menegaskan bahwa Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian cepat selama periode Lebaran. Dengan tingginya mobilitas ini, pihak bandara terus meningkatkan pelayanan dan koordinasi guna memastikan kelancaran arus penumpang.