PEKANBARU – Titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera masih terpantau tinggi hingga Kamis sore, 26 Maret 2026. Data dari BMKG menunjukkan total 320 hotspot tersebar di berbagai provinsi, dengan Provinsi Riau menjadi wilayah paling dominan.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Mari Frystine, mengungkapkan bahwa Riau mencatat lonjakan signifikan dengan 207 titik panas. Angka ini menjadikan Riau sebagai daerah dengan jumlah hotspot tertinggi di Sumatera saat ini.
Wilayah yang paling terdampak di Riau adalah Kabupaten Bengkalis dengan 118 titik panas. Disusul Kabupaten Pelalawan sebanyak 38 titik dan Kota Dumai sebanyak 16 titik. Sementara itu, beberapa daerah lain seperti Rokan Hilir, Siak, serta wilayah Indragiri juga turut menyumbang titik panas meski dalam jumlah lebih kecil.
Di luar Riau, hotspot juga terdeteksi di sejumlah provinsi lain seperti Kepulauan Riau sebanyak 53 titik, Sumatera Utara 21 titik, serta Aceh dan Jambi masing-masing 13 titik.
Selain itu, kondisi jarak pandang (visibility) di beberapa wilayah Riau masih relatif aman. Di Pekanbaru tercatat 9 kilometer, sementara di Rengat mencapai 7 kilometer. Wilayah Pelalawan juga berada di angka 9 kilometer, dan Tambang mencapai 10 kilometer.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat meningkat seiring tingginya jumlah hotspot di wilayah Sumatera, khususnya di Riau.