PEKANBARU – Strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diperkuat lewat operasi terpadu darat dan udara.
Pemprov Riau mencatat puluhan sortie penerbangan telah digelar guna menahan laju kebakaran yang masih muncul di sejumlah kabupaten/kota.
Operasi udara menjadi tulang punggung penanganan di wilayah yang sulit dijangkau tim darat.
Dua helikopter patroli dikerahkan masing-masing milik BNPB dan Kementerian Kehutanan dengan total 24 sortie pemantauan.
Sementara satu helikopter water bombing milik BNPB telah melakukan 11 sortie dengan 545 kali pengeboman air, menjatuhkan sekitar 2,45 juta liter air ke titik api.
Kabid Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Gafur menegaskan, operasi dilakukan secara terpadu.
“Penanganan terus dilakukan secara terpadu, baik melalui darat maupun udara, untuk memastikan api dapat segera dipadamkan dan tidak meluas,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Selain pemadaman langsung, pemerintah juga mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Satu pesawat BNPB telah melaksanakan empat sortie penyemaian awan dengan total 4.000 kilogram NaCl untuk memicu hujan buatan di wilayah rawan kebakaran.
Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pendinginan lahan gambut serta mengurangi potensi penyebaran api di daerah sulit dijangkau.
Berdasarkan pemantauan terakhir, terdapat 21 titik api yang tersebar di beberapa daerah di Riau.
Kabupaten Pelalawan ada tiga titik api masih aktif di Desa Merbau (Bunut), Desa Pulau Muda (Teluk Meranti), dan Desa Teluk Dalam (Kuala Kampar). Ketiganya masih mengeluarkan asap tebal sehingga pemadaman terus berlangsung.
“Petugas gabungan di lapangan masih terus lakukan pemadaman,” kata Jim.
Kota Dumai, dari lima titik api yang terpantau, sebagian besar sudah padam. Dua titik di Kelurahan Mundam dan satu titik di Bagan Besar Timur berhasil dipadamkan, sementara satu titik di Tanjung Palas masih tahap pendinginan.
Kabupaten Inhu ada dua titik api terdeteksi di Desa Sekip Hilir dan Desa Redang. Satu titik padam total, satu lainnya masih pendinginan.
Kabupaten Inhil ada tiga titik api di Desa Pasir Mas, Teluk Nibung, dan Bekawan masih mengeluarkan asap tipis dan dalam proses pendinginan.
Kabupaten Bengkalis mencatat titik api terbanyak, yakni delapan titik di antaranya di Desa Sukarjo Mesim, Pergam, Teluk Lecah, hingga Titi Akar.
Beberapa lokasi masih memiliki api aktif dan asap tebal. Pemadaman dilakukan intensif, termasuk penyekatan menggunakan alat berat untuk mencegah api meluas.
Pemerintah menegaskan, sinergi lintas instansi terus diperkuat. Operasi udara, penyekatan darat, hingga hujan buatan dijalankan bersamaan sebagai strategi menekan risiko karhutla meluas di musim kering.