PEKANBARU – Potensi hujan kembali mendominasi sebagian besar wilayah Riau pada Rabu (8/4/2026) hingga Kamis dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan hujan terjadi bertahap mulai pagi di wilayah pesisir hingga meluas ke hampir seluruh kabupaten/kota pada malam hari.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Deby menjelaskan, pola cuaca hari ini didominasi kondisi cerah berawan yang berkembang menjadi hujan pada siang hingga dini hari.
“Pada pagi hari cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan sudah berpotensi terjadi di Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, dan Dumai,” ujar Deby.
Pada pagi hari, kondisi atmosfer relatif stabil. Namun, hujan ringan tetap diprakirakan terjadi di beberapa wilayah pesisir timur Riau, terutama Kabupaten Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir dan Kota Dumai.
Kondisi lainnya masih didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan.
Memasuki siang hingga sore, awan konvektif diperkirakan berkembang lebih aktif. Hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, seperti Siak, Bengkalis, Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Kota Dumai.
“Pada siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan sampai sedang diprakirakan meluas ke beberapa wilayah daratan Riau,” kata Deby.
Pada malam hari, potensi hujan meningkat dan meluas ke sebagian besar wilayah Riau. Intensitas hujan diprakirakan berkisar ringan hingga sedang.
Kondisi ini menunjukkan pola cuaca basah yang konsisten sepanjang hari.
Memasuki Kamis (9/4/2026) dini hari, cuaca diperkirakan masih didominasi udara kabur hingga hujan ringan.
Wilayah yang berpotensi diguyur hujan meliputi Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Kota Dumai.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Riau.
“Masyarakat diimbau waspada hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada siang, malam hingga dini hari,” tegas Deby.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan, yakni Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan dan Kota Dumai.
Potensi cuaca ekstrem ini dapat memicu gangguan aktivitas luar ruang hingga risiko genangan di wilayah rawan.