PEKANBARU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera kembali meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan total 157 titik panas (hotspot) terdeteksi di Pulau Sumatera pada Rabu (8/4/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby, menegaskan, dominasi hotspot berada di Provinsi Riau.
“Total hotspot wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 157 titik. Riau menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak,” ujar Deby.
Data ini memperlihatkan potensi kebakaran yang masih tinggi di sejumlah wilayah, khususnya daerah dengan lahan gambut.
Berdasarkan pemantauan satelit, hotspot tersebar di beberapa provinsi, meliputi Aceh 13 titik, Sumatera Utara 13 titik, Sumatera Selatan 18 titik, Kepulauan Riau 6 titik, Jambi 6 titik, Lampung 2 titik, Sumatera Barat 1 titik dan Riau 98 titik.
Dominasi Riau menunjukkan peningkatan risiko karhutla yang perlu diwaspadai secara serius.
Di Provinsi Riau, konsentrasi hotspot sangat terkumpul di Kabupaten Bengkalis sebanyak 92 titik, Kabupaten Pelalawan 3 titik, Kabupaten Rokan Hilir 1 titik, Kabupaten Siak 1 titik dan Kabupaten Indragiri Hulu 1 titik.
Mayoritas titik panas di Bengkalis menandakan wilayah pesisir dan lahan gambut masih menjadi area paling rentan terhadap kebakaran.
Lonjakan hotspot di awal April menjadi sinyal dini meningkatnya risiko karhutla di Sumatera, terutama Riau.
Kondisi cuaca yang cenderung kering serta karakteristik lahan gambut membuat api mudah muncul dan cepat meluas.
Situasi ini menuntut kesiapsiagaan lintas pihak untuk mencegah kebakaran besar seperti yang pernah terjadi pada musim kemarau sebelumnya.