PEKANBARU — Prakirawan BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris, melaporkan adanya 28 titik panas yang terpantau di wilayah Sumatera pada Kamis sore. Data ini menunjukkan peningkatan aktivitas hotspot yang perlu diwaspadai, terutama di beberapa provinsi dengan jumlah signifikan.
Aceh menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, mencapai 18 titik. Sementara itu, Sumatera Selatan mencatat 5 titik panas, diikuti Riau dengan 4 titik, Jambi 1 titik, dan wilayah lainnya dalam pemantauan.
Khusus di Provinsi Riau, sebaran titik panas terdeteksi di beberapa daerah, yakni Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 1 titik, Kabupaten Rokan Hilir 2 titik, serta Kota Dumai 1 titik.
BMKG mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah yang terdeteksi memiliki titik panas. Kondisi cuaca kering yang terjadi saat ini dapat mempercepat penyebaran api jika tidak segera ditangani.
Pemantauan akan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.