PEKANBARU — Keterlambatan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru ASN PPPK penuh waktu di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK di Kota Pekanbaru menuai sorotan. Ketua IKA FTK UIN Suska Riau, Eko Wibowo, menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut.
Ia menilai tidak ada alasan yang kuat untuk menunda pencairan, mengingat anggaran disebut telah tersedia. “Kami sangat menyayangkan keterlambatan pencairan TPG. Dana sudah ada, seharusnya bisa segera ditransfer ke rekening masing-masing guru,” ujar Eko, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, keterlambatan ini telah menimbulkan keresahan di kalangan guru. Diskusi di berbagai grup komunikasi disebut semakin memanas, bahkan muncul wacana untuk melakukan aksi damai sebagai bentuk protes.
“Kami memohon kepada Kemenag Kota Pekanbaru untuk bergerak cepat, paling lambat tanggal 17 April 2026 TPG sudah dicairkan. Di grup sudah sangat ramai, bahkan ada rencana turun aksi damai ke Kanwil Kemenag Riau,” tambahnya.
Eko juga menegaskan bahwa TPG merupakan hak guru, bukan bantuan yang bisa ditunda. “TPG adalah hak guru, bukan bantuan. Jadi harus diberikan tepat waktu,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa jika tidak ada kejelasan hingga batas waktu yang dimaksud, pihaknya akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional. Ia menyebut akan menghubungi Prabowo Subianto melalui jalur politik, termasuk Ketua DPD Gerindra Riau dan anggota DPR RI, Rahul.
“Jika masih belum ada kejelasan, kami akan membawa aspirasi ini ke Bapak Presiden melalui Ketua DPD Gerindra Riau dan anggota DPR RI Bapak Rahul untuk menjembatani persoalan guru TPG di Riau,” tutupnya.