PEKANBARU - Proses keberangkatan jemaah haji Provinsi Riau terus berjalan bertahap. Hingga hari keempat, total 1.720 orang yang terdiri dari jemaah dan petugas telah diterbangkan menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.
Ketua panitia penyelenggara haji daerah, Defizon, memastikan proses embarkasi berjalan lancar sesuai jadwal.
“Alhamdulillah, hingga hari keempat pemberangkatan, total 1.720 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Madinah,” ujarnya.
Jumlah tersebut terdiri dari 1.693 jemaah haji, 8 Petugas Haji Daerah (PHD), 3 pembimbing KBIHU dan 16 petugas haji lainnya.
Meski secara umum berjalan lancar, terdapat sejumlah penyesuaian akibat kondisi kesehatan sebagian jemaah.
Sebanyak 15 jemaah terpaksa menunda keberangkatan. Rinciannya, 6 jemaah dirawat di Batam, 5 orang sebagai pendamping di Batam dan 4 jemaah sakit di daerah asal.
Defizon menegaskan penanganan kesehatan menjadi prioritas agar keselamatan jemaah tetap terjaga sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Perubahan juga terjadi pada beberapa kelompok terbang (kloter), yakni Kloter BTH 03 dengan 1 jemaah dirawat di Batam dan 1 pendamping dari Pekanbaru.
Kemudian, Kloter BTH 04 dengan 2 jemaah dirawat di Batam dan 1 pendamping dari Pekanbaru.
Selanjutnya, Kloter BTH 06 dengan 3 jemaah batal berangkat dari daerah.
Selain itu, terjadi mutasi 45 jemaah ke Kloter BTH 07 dan 2 jemaah masuk dari Kloter BTH 04.
Terakhir, Kloter BTH 05 (Kabupaten Kampar) 3 jemaah dirawat di Batam, 3 pendamping dan 1 jemaah sakit di daerah.
Cuaca panas di Arab Saudi menjadi perhatian penting. Karena itu, jemaah diingatkan untuk menjaga kesehatan dan memprioritaskan ibadah.
Defizon menekankan pentingnya disiplin mengikuti arahan petugas.
“Utamakan ibadah dibandingkan aktivitas berbelanja, ikuti arahan petugas, serta tetap menggunakan alat pelindung diri yang telah ditetapkan,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa suhu tinggi di Tanah Suci dapat memengaruhi stamina jemaah menjelang puncak ibadah haji.
“Terlebih saat ini cuaca di Tanah Suci diperkirakan sangat panas, sehingga penting menjaga kesehatan dan kebugaran fisik sebelum memasuki puncak haji,” tambahnya.
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau memastikan pelayanan optimal terus diberikan, termasuk bagi jemaah yang tertunda keberangkatannya.
Mereka akan diprioritaskan untuk berangkat pada kesempatan berikutnya sesuai ketentuan.