PEKANBARU - BMKG Pekanbaru mencatat total 21 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Sumatera pada Selasa sore (29/4/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang empat titik panas yang tersebar di sejumlah daerah.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Mari Frystine, menyampaikan bahwa titik panas di Sumatera paling banyak terdeteksi di Sumatera Selatan dengan delapan titik, disusul Jambi lima titik, Riau empat titik, Aceh dua titik, serta Kepulauan Riau dua titik.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera sebanyak 21 titik. Untuk Riau terpantau empat titik panas," ujar Mari Frystine.
Empat hotspot di Riau masing-masing berada di Kota Dumai, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir, dengan masing-masing wilayah terdeteksi satu titik panas.
"Kota Dumai satu titik, Kabupaten Pelalawan satu titik, Kabupaten Indragiri Hulu satu titik, dan Kabupaten Indragiri Hilir satu titik," jelasnya.
BMKG juga merilis pembaruan jarak pandang (visibility update) pada pukul 16.00 WIB. Pekanbaru tercatat memiliki jarak pandang sejauh 5 kilometer dan sedang mengalami hujan disertai petir.
Sementara itu, jarak pandang di Rengat terpantau 6 kilometer, Pelalawan 10 kilometer, dan Tambang 9 kilometer.
"Visibility update pukul 16.00 WIB, Pekanbaru 5 kilometer dengan kondisi hujan petir, Rengat 6 kilometer, Pelalawan 10 kilometer, dan Tambang 9 kilometer," tutup Mari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di daerah yang terpantau memiliki titik panas, meski sebagian wilayah masih diguyur hujan.