PEKANBARU - Aktivitas titik panas kembali terpantau di wilayah Sumatera pada Jumat (1/5/2026) sore. Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat total 21 hotspot tersebar di sejumlah provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah menyebutkan, pemantauan dilakukan melalui satelit untuk mendeteksi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Total titik panas wilayah Sumatera sore ini terpantau sebanyak 21 titik,” ujar Yudhistira.
Dari pemantauan BMKG, titik panas paling banyak terdeteksi di Sumatera Selatan, dengan rincian, Aceh 6 titik, Jambi 1 titik, Sumatera Barat 1 titik, Sumatera Selatan 11 titik, Kepulauan Riau 1 titik, Riau 1 titik yang berada di Kota Dumai.
Keberadaan hotspot menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama saat kondisi cuaca kering dan minim hujan.
Meski hanya tercatat satu titik panas di Provinsi Riau, BMKG mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, khususnya di wilayah Dumai.
“Meskipun jumlahnya minim, pemantauan dan langkah pencegahan harus terus dilakukan,” jelas Yudhistira.