PEKANBARU – Kondisi cuaca yang didominasi hujan sepanjang hari membawa dampak signifikan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, wilayah ini nihil titik panas (hotspot) pada Rabu (6/5/2026) sore.
Sementara itu, secara keseluruhan di Pulau Sumatera, jumlah hotspot terpantau sebanyak 15 titik. Sebaran terbanyak berada di Provinsi Jambi dengan 13 titik, disusul Aceh dan Sumatera Utara masing-masing satu titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi menjelaskan, kondisi ini tidak lepas dari intensitas hujan yang cukup merata di Riau sejak pagi hingga sore hari.
“Untuk wilayah Riau hari ini terpantau nihil hotspot. Hal ini dipengaruhi oleh hujan yang mengguyur hampir sepanjang hari,” ujar Gita Dewi.
Ia menambahkan, curah hujan yang tinggi berperan penting dalam menekan potensi munculnya titik panas, terutama di wilayah yang sebelumnya rawan karhutla.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada, terutama di daerah yang berbatasan dengan provinsi lain yang masih terdeteksi hotspot cukup tinggi seperti Jambi.
“Meski nihil, kewaspadaan tetap diperlukan. Kondisi cuaca bisa berubah dan potensi kebakaran tetap harus diantisipasi,” tegasnya.
Fenomena ini menjadi sinyal positif dalam upaya pencegahan karhutla di Riau, yang selama ini kerap menjadi perhatian nasional saat musim kemarau tiba.