PEKANBARU – Libur nasional Kenaikan Isa Al-Masih diprediksi memicu lonjakan mobilitas masyarakat di Kota Pekanbaru dan sekitarnya saat long weekend.
Mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menerapkan status siaga penuh dengan menurunkan seluruh personel di lapangan.
Langkah ini difokuskan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman selama periode libur panjang, Rabu (13/5/2026).
Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menegaskan, kehadiran polisi secara maksimal merupakan upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang kondusif.
“Kehadiran polisi secara masif di lapangan diharapkan mampu menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif selama periode libur berlangsung,” ujarnya.
Pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalan protokol, tetapi juga kawasan wisata yang diperkirakan dipadati masyarakat dari dalam maupun luar kota.
Sejumlah ruas vital menjadi titik perhatian utama, antara lain, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Arifin Achmad, Jalan Ahmad Yani dan Jalan HR Soebrantas.
“Petugas akan disiagakan di titik-titik persimpangan untuk mengatur ritme lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang dapat memicu kemacetan total,” kata Jeki.
Momentum Kenaikan Isa Al-Masih juga identik dengan meningkatnya aktivitas ibadah umat Kristiani.
Karena itu, patroli intensif disiapkan di berbagai rumah ibadah untuk menjamin kelancaran dan keamanan kegiatan keagamaan pada Kamis (14/5/2026).
Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi terpadu yang menggabungkan aspek lalu lintas dan keamanan publik.
Lonjakan aktivitas ekonomi selama libur turut diantisipasi di sejumlah pusat perbelanjaan, seperti Mall SKA, Mall Ciputra Seraya dan Kawasan Ramayana Panam.
Penempatan personel dilakukan untuk mengatur akses keluar-masuk kendaraan agar tidak mengganggu arus utama.
Selain itu, jalur tol Pekanbaru–Bangkinang (Pekbang) dan Pekanbaru–Dumai (Permai) diperkirakan menjadi rute favorit menuju Sumatera Barat. Polisi bekerja sama dengan petugas Hutama Karya untuk melakukan patroli rutin.
“Kami akan menindak tegas pengendara yang memarkirkan kendaraan di bahu jalan tol demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Masyarakat diminta menjaga etika berkendara dan menghindari kecepatan berlebih. Pengemudi juga diingatkan memanfaatkan rest area jika merasa lelah serta mewaspadai perubahan cuaca.
Jika terjadi kendala di perjalanan, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat Polri.
“Apabila warga mengalami kendala atau membutuhkan bantuan darurat di tengah perjalanan, mereka dapat segera menghubungi layanan Call Center Polri di nomor 110 yang aktif melayani selama 24 jam penuh,” pungkas Jeki.