PEKANBARU – BPBD Damkar Riau terus meningkatkan koordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota di Provinsi Riau guna memantau perkembangan kondisi kebencanaan di tengah meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, mengatakan hujan terjadi cukup merata di berbagai wilayah di Riau dan berdampak positif terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurutnya, sejumlah titik karhutla yang sebelumnya sempat terjadi di Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Pelalawan kini telah berhasil dipadamkan.
“Untuk Karhutla sudah nihil, beberapa daerah yang sebelumnya sempat ada Karhutla saat ini sudah padam. Hujan belakangan ini terjadi cukup merata di wilayah Riau,” ujar Edy Afrizal.
Ia menjelaskan, proses pemadaman dilakukan oleh tim gabungan melalui jalur darat maupun udara dan turut terbantu dengan turunnya hujan di sejumlah wilayah terdampak.
Meski intensitas hujan meningkat, hingga saat ini BPBD Damkar Riau belum menerima laporan adanya banjir di daerah.
Namun demikian, pihaknya tetap meminta seluruh BPBD kabupaten/kota meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama kenaikan debit air sungai.
“Belum ada yang melaporkan terjadi banjir, tapi mungkin permukaan air sungai ada mengalami kenaikan tapi belum terjadi banjir. Kami minta untuk tetap waspada, jika memerlukan bantuan bisa segera melaporkan ke BPBD Riau,” katanya.
Edy juga menyebut sempat terjadi kenaikan permukaan air Sungai Kuantan di Kabupaten Kuantan Singingi. Meski demikian, kondisi tersebut berlangsung sementara dan kini telah kembali normal.
“Sungai Kuantan di Kuansing sempat dilaporkan naik permukaan airnya. Tapi tidak lama dan sekarang sudah normal kembali,” ujarnya.
BPBD Damkar Riau mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang berpotensi memicu bencana, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi darurat di wilayah masing-masing.