PEKANBARU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 84 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera pada Rabu (20/5/2026).
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan dari total tersebut, Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi yakni 29 titik, disusul Jambi sebanyak 17 titik dan Aceh 10 titik.
“Untuk wilayah Riau terpantau terdapat enam titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten,” kata Ranti, Rabu (20/5/2026).
Enam titik panas di Riau masing-masing terdeteksi di Kabupaten Kampar sebanyak tiga titik, kemudian Pelalawan satu titik, Siak satu titik, dan Indragiri Hulu satu titik.
Selain di Riau, hotspot juga terpantau di sejumlah provinsi lain di Sumatera, yakni Sumatera Barat enam titik, Bengkulu empat titik, Lampung tiga titik, Bangka Belitung delapan titik, serta Sumatera Utara satu titik.
Menurut Ranti, keberadaan hotspot perlu menjadi perhatian karena berpotensi mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat cuaca panas dan minim hujan.
“Kami mengimbau masyarakat dan seluruh pihak terkait agar tetap waspada serta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan hotspot secara berkala untuk mengantisipasi potensi karhutla di wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Riau yang rawan mengalami kebakaran lahan saat musim kemarau.