PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peningkatan jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera pada Rabu (27/5/2026).
Total terdeteksi sebanyak 203 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi, termasuk Riau yang menyumbang 20 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun mengatakan, sebaran hotspot di Pulau Sumatera masih didominasi wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Sementara di Provinsi Riau, titik panas paling banyak terpantau berada di Kabupaten Siak.
“Total hotspot wilayah Sumatera hari ini mencapai 203 titik. Untuk Provinsi Riau terdapat 20 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten,” ujar Anggun, Rabu (27/5/2026).
Berdasarkan data BMKG, Sumatera Utara menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi yakni 48 titik, disusul Aceh 44 titik dan Sumatera Barat 42 titik. Kemudian Sumatera Selatan tercatat 37 titik panas.
Sementara itu, Provinsi Riau berada di urutan berikutnya dengan 20 titik hotspot. Sebaran titik panas di Riau meliputi Kabupaten Siak sebanyak 6 titik, Indragiri Hulu 5 titik, Pelalawan 3 titik, Kampar 3 titik, Indragiri Hilir 2 titik, serta Rokan Hulu 1 titik.
Selain Riau, BMKG juga mendeteksi hotspot di Jambi sebanyak 7 titik, Lampung 3 titik, dan Bangka Belitung 2 titik.
Meningkatnya jumlah hotspot ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut cukup luas.
Kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir juga dinilai dapat memperbesar risiko munculnya kebakaran.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla yang mulai meningkat di sejumlah daerah di Sumatera.