PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 279 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Pulau Sumatera pada Sabtu (30/5/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau terpantau memiliki delapan titik panas yang tersebar di tiga kabupaten.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Deby, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan satelit, titik panas di Sumatera paling banyak ditemukan di Provinsi Aceh dan Sumatera Selatan.
"Total terdapat 279 titik panas yang terpantau di wilayah Sumatera. Sebaran terbanyak berada di Aceh sebanyak 98 titik dan Sumatera Selatan 96 titik," ujar Deby, Sabtu (30/5/2026).
Selain Aceh dan Sumatera Selatan, BMKG juga mencatat 32 titik panas di Bengkulu, 26 titik di Sumatera Utara, 11 titik di Bangka Belitung, lima titik di Lampung, dan tiga titik di Jambi.
Sementara itu, Provinsi Riau terpantau memiliki delapan titik panas yang tersebar di Kabupaten Pelalawan, Rokan Hilir, dan Kuantan Singingi.
"Untuk wilayah Riau, terdeteksi delapan titik panas yang terdiri dari empat titik di Kabupaten Pelalawan, tiga titik di Kabupaten Rokan Hilir, dan satu titik di Kabupaten Kuantan Singingi," jelasnya.
Keberadaan titik panas menjadi indikator awal yang perlu diwaspadai karena berpotensi berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat kondisi cuaca cenderung panas dan minim curah hujan.
BMKG terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan hotspot di wilayah Sumatera, termasuk di Provinsi Riau, guna mendukung upaya pencegahan dan penanganan dini potensi karhutla.
"Kami mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat titik panas masih terpantau di sejumlah wilayah," tutup Deby.