PEKANBARU – Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau terpantau mencapai 26 titik berdasarkan pemantauan terbaru hingga pukul 16.00 WIB. Kabupaten Rokan Hilir masih menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 17 titik.
Data pemantauan menunjukkan sebaran hotspot di Riau berada di tujuh kabupaten dan kota. Selain Rokan Hilir, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 3 titik, Kabupaten Pelalawan 2 titik, serta masing-masing 1 titik di Kabupaten Bengkalis, Siak, Indragiri Hulu, dan Kota Dumai.
Secara regional, jumlah hotspot di Pulau Sumatera tercatat sebanyak 312 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi mencapai 92 titik, disusul Aceh 58 titik, Bangka Belitung 44 titik, Sumatera Barat 35 titik, Bengkulu 28 titik, dan Riau 26 titik.
Sementara itu, provinsi lainnya mencatat jumlah hotspot yang lebih rendah, yakni Jambi 14 titik, Lampung 10 titik, Sumatera Utara 3 titik, dan Kepulauan Riau 2 titik.
Berdasarkan laporan pemantauan jarak pandang (visibility) pada pukul 16.00 WIB, kondisi di sejumlah wilayah Riau masih berada pada kategori cukup baik. Jarak pandang di Kota Pekanbaru tercatat mencapai 10 kilometer, Pelalawan 9 kilometer, Tambang 9 kilometer, dan Rengat 8 kilometer.
Petugas terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan hotspot di sejumlah daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kabupaten Rokan Hilir yang masih menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi di Provinsi Riau.
"Kami terus memantau perkembangan hotspot yang terdeteksi melalui satelit dan melakukan koordinasi dengan tim di lapangan untuk memastikan tidak terjadi peningkatan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah yang memiliki konsentrasi titik panas cukup tinggi," demikian disampaikan dalam laporan pemantauan terkini.