www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Kena Imbas Pembangunan Waduk Tenayan Raya, Warga Datangi Komisi I Minta Bantuan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Gaya Hidup & Investasi Masih Tinggi, Biaya Perawatan Diri dan Emas Picu Inflasi Riau Tembus 3,95%
Selasa, 02 Juni 2026 - 21:06:29 WIB
Riau alami inflasi.(ilustrasi/int)
Riau alami inflasi.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - Tren berinvestasi emas serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri (personal care) memberikan dampak yang cukup signifikan pada peta perekonomian Bumi Lancang Kuning.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau melaporkan, Provinsi Riau mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,95 persen pada Mei 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang merangkak naik ke angka 112,88.

Menariknya, lonjakan ini tidak hanya didorong fluktuasi harga pangan musiman, melainkan dipicu pergeseran biaya pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melesat hingga dua digit.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi mengungkapkan, dinamika ekonomi di tingkat akar rumput bergerak sangat variatif di berbagai wilayah pantauan.

"Pada Mei 2026 terjadi inflasi y-on-y Provinsi Riau sebesar 3,95 persen dengan IHK sebesar 112,88," ucap Asep Riyadi, Selasa (2/6/2026).

"Inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 4,43 persen dengan IHK 113,49, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Dumai sebesar 3,71 persen dengan IHK 112,79," sambungnya.

Jika ditelisik lebih dalam secara bulanan (month to month/m-to-m), Riau mencatatkan inflasi sebesar 0,76 persen.

Sementara itu, untuk inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d), pergerakan angka berada di level aman sebesar 0,61 persen.

Kenaikan IHK dari 108,59 pada Mei 2025 menjadi 112,88 pada Mei tahun ini menjadi bukti nyata adanya tekanan harga dalam setahun terakhir.

Berdasarkan data sektoral, dari sebelas kelompok pengeluaran masyarakat, sembilan di antaranya menjadi motor penggerak inflasi.

Di urutan pertama, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat lonjakan paling radikal, yakni sebesar 11,04 persen.

Angka ini melampaui kelompok pangan (makanan, minuman, dan tembakau) yang berada di posisi kedua dengan kenaikan 6,03 persen, disusul sektor pendidikan sebesar 5,08 persen, kesehatan 3,55 persen, serta sektor transportasi sebesar 3,32 persen.

Sebaliknya, masyarakat tampaknya mulai menahan diri untuk urusan tersier rumah tangga dan fesyen.

BPS mencatat kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga justru mengalami deflasi sebesar 0,68 persen, diikuti kelompok pakaian dan alas kaki yang menyusut 0,33 persen.

Asep Riyadi merinci sejumlah komoditas utama yang memiliki andil besar dalam menguras kantong konsumen di Riau sepanjang tahun ini.

"Komoditas tersebut antara lain emas perhiasan, biaya pendidikan akademi dan perguruan tinggi, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, biaya pemeliharaan atau servis kendaraan," urai Asep.

Selain itu, tiket angkutan udara, daging ayam ras, rokok (Sigaret Kretek Mesin/SKM), beras, hingga bensin juga konsisten menyumbang angka inflasi.

Sebaliknya, penyeimbang daya beli masyarakat (andil deflasi tahunan) datang dari komoditas seperti bawang putih, sabun deterjen bubuk, masker, kelapa, serta berbagai produk mode wanita seperti gaun, blus, dan celana jins.

Meskipun secara tahunan emas dan perawatan diri mendominasi, potret inflasi bulanan (m-to-m) sepanjang Mei 2026 memperlihatkan cerita yang berbeda.

Sektor pangan meja makan tetap menjadi pemicu utama fluktuasi harga jangka pendek.

Cabai merah, biaya servis kendaraan, minyak goreng, tomat, bensin, dan ikan patin berada di lini depan pendorong inflasi bulanan.

Beruntung, tekanan ini sedikit diredam oleh jatuhnya harga daging ayam ras, emas perhiasan (secara bulanan), ayam hidup, jengkol, serta telur ayam ras yang masuk dalam zona deflasi bulanan.

Secara makro, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap memegang porsi andil terbesar terhadap keseluruhan inflasi tahunan di Riau, yakni menyumbang 1,96 persen, diikuti perawatan pribadi sebesar 0,83 persen.

"BPS Provinsi Riau mencatat perkembangan harga pada Mei 2026 secara umum menunjukkan tren kenaikan yang dipengaruhi sejumlah komoditas pangan, jasa, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga, sehingga mendorong inflasi tahunan Provinsi Riau mencapai 3,95 persen," pungkasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kena imbas pembangunan Waduk Tenayan Raya, warga mendatangi Komisi I minta bantuan (foto/Mimi)Kena Imbas Pembangunan Waduk Tenayan Raya, Warga Datangi Komisi I Minta Bantuan
Sekretaris Daerah Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian menjadi inspektur upacara peringatan Hari Krida Pertanian (foto/ist)Upacara Hari Kesadaran Nasional, Pemkab Inhu Fokus pada Pertanian dan Pencegahan Stunting
Penyerahan bantuan 80 buku bacaan kepada SD Negeri 005 Lubuk Gaung sebagai bagian dari upaya mendukung literasi dan pendidikan bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan.PT ESM Donasikan 80 Buku Bacaan untuk Dukung Literasi Anak di Lubuk Gaung
Kepala Dinas Perhubungan Kuansing, Hendri Wahyudi (foto/int)Dishub Kuansing Tuntaskan Pemasangan 13 Lampu PJU di Arena Utama MTQ Riau
Hendry Munief meluncurkan buku Jejak 1 Tahun Pengabdian, angkat kinerja sebagai anggota DPR RI (foto/ist)Hendry Munief Luncurkan Buku Jejak 1 Tahun Pengabdian, Angkat Kinerja sebagai anggota DPR RI
  Ilustrasi harga sawit Riau tembus Rp3.696 per kilogram (foto/int)Petani Sawit Tersenyum, Harga TBS Swadaya Riau Menguat Jadi Rp3.696 per Kg
Salah satu mahasiswa menyampaikan orasinya dalam unjuk rasa di  Jakarta Pusat beberapa waktu lalu (foto/Kompas)Massa Mahasiswa dan Masyarakat Demo di Jakarta Hari Ini, 4.576 Polisi Dikerahkan
Gerbang UIR.UIR Duduki Peringkat Pertama Kampus Swasta Terbaik di Riau versi EduRank 2026
Polres Rokan Hilir berhasil ungkap kasus pencurian dupa di Kelenteng Hai Cuking (foto/afrizal)Polres Rohil Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Dupa di Kelenteng Hai Cuking
Ilustrasi tujuh hotspot terpantau di Riau (foto/int)104 Titik Panas Terpantau di Sumatera, Riau Sumbang 7 Hotspot
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved