PEKANBARU - Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pulau Sumatera tampaknya harus segera ditingkatkan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kota Pekanbaru kembali mendeteksi adanya lonjakan drastis indikasi panas bumi di sejumlah wilayah luar pulau maupun lokal Riau.
Berdasarkan data sensor satelit terbaru, total titik panas (hotspot) yang mengepung wilayah Sumatera kini telah menyentuh angka 50 titik.
Dari grafik sebaran tersebut, Provinsi Riau sayangnya kembali menduduki posisi puncak sebagai penyumbang hotspot terbanyak dibandingkan provinsi tetangga.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine memaparkan, fluktuasi suhu udara dan minimnya intensitas hujan di beberapa koridor menjadi memicu utama munculnya titik-titik potensial ini.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, Kamis (4/6/2026) sore ada 50 titik," ujar Mari Frystine.
Hampir seluruh wilayah krusial di Sumatera kini menunjukkan indikasi peningkatan suhu permukaan.
Rincian peta sebaran 50 hotspot di Sumatera meliputi Riau 14 titik, Sumatera Selatan 13 titik, Jambi 8 titik, Bangka Belitung 6 titik, Sumatera Barat 4 titik, Sumatera Utara 3 titik, Bengkulu 1 titik dan Lampung 1 titik.
Melihat lebih dalam ke wilayah Provinsi Riau, angka 14 titik panas tidak tersebar merata, melainkan mengelompok di zona tertentu.
Kabupaten Bengkalis saat ini memegang rapor merah dengan total 8 titik panas sekaligus, menjadikannya wilayah paling rawan di Riau saat ini.
Sebaran 14 hotspot yang terdeteksi di Riau meliputi Kabupaten Bengkalis 8 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 2 titik, Kabupaten Rokan Hilir 1 titik, Kabupaten Kampar 1 titik, Kabupaten Pelalawan 1 titik dan Kabupaten Kuantan Singingi 1 titik.