PEKANBARU – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berlangsung, termasuk bagi jemaah asal Provinsi Riau. Hingga 11 Juni 2026, sebanyak 3.091 jemaah haji Riau telah kembali ke Indonesia dan sebagian besar telah berkumpul kembali bersama keluarga di daerah masing-masing.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan bahwa pemulangan jemaah sejauh ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ribuan jemaah tersebut telah dipulangkan melalui tujuh kelompok terbang (kloter).
“Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah haji Riau hingga saat ini berjalan lancar. Belum ada kendala berarti yang menghambat proses kepulangan jemaah ke Tanah Air,” kata Defizon saat berada di Asrama Haji Batam.
Menurutnya, terdapat sejumlah jemaah yang menjalani proses tanazul atau penyesuaian kelompok penerbangan. Namun, kondisi tersebut dapat ditangani dengan baik sehingga tidak mengganggu jadwal kepulangan yang telah ditetapkan.
“Memang ada beberapa jemaah yang mengalami tanazul, tetapi semuanya dapat diakomodasi dengan baik sehingga proses pemulangan tetap berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.
Dari total 3.091 orang yang telah tiba di Indonesia, terdiri atas 3.046 jemaah haji reguler, 14 Petugas Haji Daerah (PHD), tiga pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 28 petugas kloter.
Defizon optimistis seluruh proses pemulangan jemaah haji asal Riau dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah. Kloter terakhir dijadwalkan berangkat dari Arab Saudi pada akhir Juni 2026 dan tiba di Batam sehari setelahnya.
“Kloter terakhir jemaah haji Riau dijadwalkan meninggalkan Arab Saudi pada akhir Juni 2026 dan akan tiba di Batam sehari setelahnya. Insya Allah seluruh rangkaian pemulangan dapat berjalan lancar hingga akhir,” katanya.
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah mulai melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek pelayanan, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan dan pendampingan jemaah.
Langkah evaluasi dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada musim berikutnya, sehingga pelayanan kepada jemaah dapat semakin baik, aman, nyaman, dan optimal.