PEKANBARU - Pemantauan satelit yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan masih adanya aktivitas titik panas di sejumlah wilayah Pulau Sumatera.
Hingga Senin (15/6/2026) sore, terdeteksi sebanyak 39 hotspot yang tersebar di enam provinsi, dengan Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris menjelaskan, berdasarkan data pemantauan terbaru, titik panas tersebut tersebar di Aceh, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bangka Belitung dan Riau.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada sore ini terpantau sebanyak 39 titik," kata Alfa Nataris.
Dari jumlah tersebut, Sumatera Selatan mendominasi dengan 21 titik panas.
Sementara itu, Jambi tercatat memiliki tujuh titik panas, Sumatera Utara empat titik, Sumatera Barat tiga titik, Bangka Belitung dua titik, dan Aceh satu titik.
Untuk Provinsi Riau, BMKG mendeteksi satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu.
"Di Riau terpantau satu hotspot yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu," ujar Alfa.
Munculnya titik panas menjadi salah satu indikator yang terus dipantau BMKG dan instansi terkait dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama memasuki periode cuaca yang cenderung lebih kering di sejumlah wilayah.
Meski tidak seluruh hotspot mengindikasikan adanya kebakaran, keberadaannya menjadi sinyal awal yang perlu segera diverifikasi di lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya serta mencegah potensi meluasnya kebakaran.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan diharapkan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan karhutla, khususnya pada daerah yang terdeteksi memiliki aktivitas titik panas.