PEKANBARU – Sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera masih terpantau pada Kamis (30/7/2026) sore.
Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat sebanyak 119 titik panas terdeteksi di sejumlah provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine mengatakan, titik panas tersebut tersebar di sembilan provinsi dengan jumlah terbanyak berada di Sumatera Selatan.
“Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, Kamis (30/7/2026) sore ada 119 titik,” ujar Mari Frystine.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling tinggi, yakni mencapai 65 titik.
Selanjutnya, Bangka Belitung mencatat 22 titik, Lampung 9 titik, Jambi 8 titik, dan Sumatera Barat sebanyak 6 titik.
Sementara itu, Bengkulu terpantau memiliki 3 titik panas, sedangkan Aceh dan Sumatera Utara masing-masing mencatat 2 titik.
Di wilayah Riau, BMKG mendeteksi 3 titik panas. Seluruh hotspot tersebut berada di Kota Dumai.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemantauan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan tetap perlu dilakukan, terutama di tengah periode dengan kemunculan hotspot di sejumlah wilayah Sumatera.
Perlu dipahami, hotspot merupakan indikasi adanya titik dengan suhu permukaan yang relatif tinggi berdasarkan hasil penginderaan jauh, sehingga tidak secara otomatis berarti seluruh titik tersebut merupakan kebakaran hutan atau lahan.
Namun, data hotspot dapat menjadi salah satu indikator awal untuk mendukung pemantauan dan upaya penanganan potensi karhutla.