PEKANBARU - Aktivitas titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera masih terpantau pada Jumat (31/7/2026) sore.
Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan terdapat 51 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati mengatakan, Riau menjadi salah satu wilayah dengan jumlah hotspot yang cukup menonjol dalam pemantauan tersebut.
“Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, Jumat (31/7/2026) sore ada 51 titik,” kata Ranti.
Dari total tersebut, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 14 titik.
Posisi berikutnya ditempati Riau dengan 10 titik, sementara Lampung dan Sumatera Barat masing-masing mencatat delapan titik.
Sebaran hotspot di wilayah Sumatera meliputi Sumatera Selatan 14 titik, Riau 10 titik, Lampung 8 titik, Sumatera Barat 8 titik, Jambi 6 titik, Bangka Belitung 4 titik dan Kepulauan Riau 1 titik.
Di Provinsi Riau, 10 titik panas tersebar di lima kabupaten dan satu kota. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni empat titik.
Selanjutnya, Kabupaten Siak tercatat memiliki tiga titik panas. Sementara itu, Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Indragiri Hulu masing-masing terpantau satu hotspot.
Data tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi hotspot di Riau pada Jumat sore lebih banyak berada di wilayah Pelalawan dan Siak.
Kondisi ini menjadi bagian dari pemantauan aktivitas titik panas di Sumatera yang secara keseluruhan mencapai 51 titik.
Keberadaan hotspot menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika titik panas terdeteksi secara berulang dan berada di wilayah dengan kondisi lingkungan yang rentan terhadap kebakaran.
Meski demikian, hotspot tidak secara otomatis berarti telah terjadi kebakaran, karena titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang perlu diverifikasi lebih lanjut di lapangan.