PEKANBARU — Sebaran titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera meningkat signifikan pada Sabtu (8/8/2026) sore.
Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat sebanyak 883 titik panas terdeteksi di wilayah Sumatera.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella Rizky Adelia mengatakan, titik panas tersebut tersebar di sejumlah provinsi dengan konsentrasi tertinggi berada di Sumatera Selatan.
"Total titik panas wilayah Sumatera sore ini sebanyak 883 titik," ujar Bella.
Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 317 titik. Setelah itu disusul Riau dengan 165 titik, Bangka Belitung 124 titik, Lampung 95 titik, dan Jambi 92 titik.
Sementara itu, Sumatera Utara terpantau memiliki 33 titik panas, Sumatera Barat 32 titik, Kepulauan Riau 11 titik, Bengkulu 10 titik, serta Aceh empat titik.
Dari total 883 hotspot yang terpantau di Sumatera, Riau menyumbang 165 titik. Angka tersebut menempatkan Riau sebagai provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi kedua di Sumatera pada pemantauan Sabtu sore.
Sebaran hotspot di Riau juga tidak merata. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas paling tinggi, mencapai 74 titik.
Selain itu, di Kabupaten Rokan Hilir 28 titik, Siak 27 titik, Bengkalis 8 titik, Dumai 7 titik, Indragiri Hilir 9 titik, Pelalawan 4 titik, Rokan Hulu 5 titik, Kepulauan Meranti 1 titik, Kampar 1 titik dan Kuantan Singingi 1 titik.
Data tersebut menunjukkan bahwa Indragiri Hulu menjadi wilayah paling dominan dalam sebaran hotspot di Riau, dengan jumlah titik panas lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rokan Hilir yang berada di posisi berikutnya.
Jika dilihat berdasarkan sebarannya, hotspot juga terdeteksi di wilayah pesisir timur hingga bagian tengah Riau.
Kondisi ini membuat pemantauan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan tetap menjadi perhatian, terutama di daerah dengan konsentrasi titik panas tinggi.