PEKANBARU – Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera mulai menunjukkan tren penurunan pada Minggu (23/8/2026) sore.
Meski demikian, sejumlah provinsi masih mencatat angka hotspot yang tinggi, terutama Sumatera Selatan dan Riau yang menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas cukup signifikan.
Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, total hotspot di Sumatera tercatat sebanyak 1.754 titik.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pemantauan sebelumnya setelah sempat mengalami lonjakan lebih dari 2.000 titik panas.
Sebaran titik panas di Sumatera meliputi Aceh sebanyak 5 titik, Bengkulu 4 titik, Jambi 198 titik, Lampung 119 titik, Sumatera Barat 10 titik, Sumatera Selatan 973 titik, Kepulauan Riau 36 titik, Sumatera Utara 16 titik, dan Bangka Belitung 87 titik.
Sementara itu, Provinsi Riau masih mencatat 306 titik panas, meskipun jumlahnya juga mengalami penurunan tipis dibandingkan pemantauan sebelumnya.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira mengatakan, Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi di Riau, yakni mencapai 161 titik.
"Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Indragiri Hilir dengan 101 titik, disusul Kabupaten Siak sebanyak 20 titik," ucapnya.
Selain itu, titik panas juga terpantau di Kabupaten Rokan Hulu dan Indragiri Hulu masing-masing 5 titik, Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, serta Rokan Hilir masing-masing 4 titik.
Sementara Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai masing-masing terdeteksi 1 titik panas.
Data hotspot dari BMKG menjadi salah satu indikator awal dalam memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski tidak seluruh titik panas dipastikan sebagai lokasi kebakaran, informasi tersebut menjadi dasar bagi instansi terkait untuk melakukan verifikasi lapangan dan langkah mitigasi lebih lanjut.